Presiden AS, Donald Trump. (REUTERS/Leah Millis)
INDOZONE.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi membatalkan rencana gelombang kedua serangan militer terhadap Venezuela.
Keputusan ini diambil setelah adanya perkembangan positif dalam hubungan bilateral, yang menandai meredanya ketegangan Amerika Serikat dan Venezuela setelah konflik terbuka dalam beberapa pekan terakhir.
Trump mengumumkan langkah tersebut pada Jumat, 9 Januari 2026. Ia menyebut bahwa pemerintah Venezuela telah menunjukkan sikap kooperatif, salah satunya melalui pembebasan sejumlah tahanan politik yang selama ini menjadi perhatian komunitas internasional.
Baca juga: Rupanya Ini Alasan Trump Ngotot Mau Akuisisi Greenland, Ada Opsi Kerahkan Kekuatan Militer
Dalam pernyataannya di media sosial Truth Social, Trump menegaskan bahwa Donald Trump batalkan serangan militer lanjutan karena melihat adanya itikad baik dari Caracas.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan sinyal bahwa Venezuela ingin menempuh jalur dialog dan stabilitas, bukan konfrontasi berkepanjangan.
Trump menyebut keputusan itu sebagai langkah strategis yang diambil demi menjaga keamanan regional serta mencegah eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan.
Baca juga: Efek Klaim Presiden AS Donald Trump terhadap Greenland, Uni Eropa Siap-siap Konfrontasi!
Salah satu faktor utama di balik pembatalan serangan adalah pembebasan tahanan politik oleh pemerintah Venezuela. Trump menilai langkah tersebut sebagai gestur penting yang membuka peluang normalisasi hubungan diplomatik antara kedua negara.
Isu hak asasi manusia selama ini menjadi sumber utama ketegangan antara Washington dan Caracas.
Dengan adanya pembebasan tahanan politik, Amerika Serikat menilai situasi mulai bergerak ke arah yang lebih konstruktif.
Sebelumnya, situasi Venezuela menjadi pusat perhatian dunia akibat meningkatnya konflik geopolitik di Amerika Selatan.
Operasi militer Amerika Serikat yang dilakukan pekan lalu memicu kekhawatiran akan meluasnya ketegangan regional serta potensi gangguan stabilitas kawasan.
Meski serangan lanjutan dibatalkan, Trump menegaskan bahwa armada militer AS tetap berada dalam posisi siaga. Menurutnya, langkah tersebut bersifat preventif dan ditujukan untuk menjaga keamanan serta stabilitas regional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Washington Post