Presiden AS, Donald Trump. (REUTERS/Dan Mullan)
INDOZONE.ID - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengklaim otoritas sementara di Venezuela telah menyetujui pengalihan antara 30 juta hingga 50 juta barel minyak berkualitas tinggi yang terkena sanksi ke Amerika Serikat untuk dijual di pasar.
Trump menjelaskan minyak tersebut akan dijual dengan harga pasar. Hasil penjualannya akan berada di bawah kendalinya sebagai Presiden AS, dengan tujuan agar manfaatnya bisa dirasakan oleh rakyat Venezuela dan Amerika Serikat.
Baca juga: Setelah Tangkap Nicolas Maduro, Donald Trump Kembali Bikin Geger dengan Ambisi Caplok Greenland
"Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa pihak berwenang sementara di Venezuela akan menyerahkan antara 30 hingga 50 juta barel minyak bernilai tinggi dan terkena sanksi kepada Amerika Serikat," tulis Trump di Truth Social.
Trump melanjutkan, ia telah memerintahkan Menteri Energi Chris Wright untuk segera menjalankan rencana pengiriman minyak menggunakan kapal penyimpanan langsung ke dermaga bongkar di AS.
Hal ini diumumkan Trump setelah ia memerintahkan militer AS menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores pada Sabtu (3/1/2026).
Keduanya diketahui telah masuk dalam dakwaan federal Amerika Serikat dengan tuduhan konspirasi narkoterorisme, konspirasi penyelundupan kokain, serta dua dakwaan terkait kepemilikan senjata ilegal.
Baca juga: Donald Trump Akui Tonton Langsung Penangkapan Nicolas Maduro: Seperti Nonton Televisi
Sebelum Maduro dan istrinya ditangkap, AS lebih dulu menyerang ibu kota Venezuela, Caracas dan sejumlah lokasi lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA