INDOZONE.ID - Insiden longsor terjadi di tempat pembuangan akhir (TPA) di Kota Cebu, Filipina, pada Jumat (9/1/2026).
Tumpukan sampah berukuran besar runtuh secara tiba-tiba dan menewaskan satu orang, sementara puluhan pekerja dilaporkan masih hilang hingga saat ini.
Peristiwa tersebut terjadi di sebuah fasilitas pengelolaan sampah yang berada di Desa Binaliw. Saat kejadian, para pekerja sedang melakukan aktivitas pemilahan limbah di area lokasi pembuangan sampah.
Baca juga: ICC Tolak Permohonan Bebas Mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte
Tanpa peringatan, gunungan sampah dan puing longsor, menimbun bangunan dan area kerja.
Pihak kepolisian Filipina menyebutkan bahwa delapan orang berhasil dievakuasi dalam kondisi hidup. Namun, seorang pekerja perempuan meninggal dunia saat dibawa ke rumah sakit akibat luka serius.
Tujuh korban lainnya mengalami cedera dan masih menjalani perawatan medis.
Baca juga: Korban Tewas Topan Fung-wong di Filipina 27 Orang, Badai Bergerak ke Taiwan
Direktur Kepolisian Regional, Brigadir Jenderal Roderick Maranan, mengatakan sedikitnya 27 orang masih dinyatakan hilang.
Mereka diduga masih tertimbun di bawah material longsoran di area TPA Cebu Filipina.
Tim penyelamat terus melakukan evakuasi korban longsor dengan peralatan terbatas karena kondisi lokasi yang tidak stabil.
Sementara itu, Wali Kota Cebu, Nestor Archival, menyampaikan jumlah korban yang berbeda. Ia menyebutkan bahwa 12 orang telah diselamatkan, sementara 38 orang lainnya masih belum ditemukan. Perbedaan data tersebut masih dalam proses verifikasi oleh pihak berwenang.
Salah satu bangunan yang terdampak adalah gudang pemilahan sampah dan material daur ulang. Bangunan tersebut tertimpa longsoran saat kejadian.
Hingga kini, belum ada kepastian apakah permukiman warga di sekitar tempat pembuangan akhir ikut terkena dampak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Philippine News Agency