Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 17 DESEMBER 2025 • 14:46 WIB

Thailand Minta Kamboja Umumkan Gencatan Senjata Lebih Dulu untuk Hentikan Bentrokan

Thailand Minta Kamboja Umumkan Gencatan Senjata Lebih Dulu untuk Hentikan BentrokanAnggota tim penjinak bom Thailand memeriksa lokasi serangan roket saat bentrokan pasukan Thailand dan Kamboja di Distrik Kantharalak, Provinsi Sisaket, pada 15 Desember 2025. (Bangkok Post)

INDOZONE.ID - Pemerintah Thailand kembali menegaskan syarat Thailand untuk menghentikan bentrokan perbatasan, yakni Kamboja harus menjadi pihak pertama yang secara resmi mengumumkan gencatan senjata. 

Pernyataan ini disampaikan menyusul konflik bersenjata yang terus berlanjut lebih dari sepekan di wilayah perbatasan kedua negara.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand, Maratee Nalita Andamo, menyebut Bangkok menilai Kamboja sebagai pihak yang lebih dulu melakukan pelanggaran wilayah. 

Baca juga: Kamboja Tutup Seluruh Pos Perbatasan dengan Thailand Usai Bentrokan Mematikan

Alasan Thailand meminta Kamboja memulai gencatan senjata didasarkan pada klaim bahwa serangan awal terjadi di teritori Thailand. 

Selain itu, Thailand juga menuntut kerja sama penuh Phnom Penh dalam proses pembersihan ranjau darat di kawasan perbatasan yang disengketakan.

Bentrokan terbaru antara dua negara Asia Tenggara ini telah menewaskan sedikitnya 32 orang, termasuk prajurit dan warga sipil. 

Baca juga: Trump Klaim Berhasil Pertahankan Gencatan Senjata Thailand-Kamboja

Otoritas setempat melaporkan sekitar 800 ribu warga terpaksa mengungsi akibat meningkatnya eskalasi konflik. 

Kedua pihak saling menuding sebagai pemicu bentrokan dan sama-sama mengklaim bertindak untuk mempertahankan diri, sembari melontarkan tuduhan serangan terhadap warga sipil.

Hingga Selasa, tanggapan Kamboja terhadap permintaan Thailand belum disampaikan secara resmi. 

Namun sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Thailand dan Kamboja telah mencapai kesepakatan gencatan senjata yang dimulai pada Sabtu malam. 

Klaim tersebut dibantah oleh Bangkok karena pertempuran dilaporkan masih terjadi setiap hari sejak 7 Desember.

Perdana Menteri Kamboja Hun Manet menyatakan pihaknya mendukung inisiatif gencatan senjata yang diajukan Malaysia selaku ketua ASEAN, dengan keterlibatan Amerika Serikat. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Bangkok Post

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Thailand Minta Kamboja Umumkan Gencatan Senjata Lebih Dulu untuk Hentikan Bentrokan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!