Ilustrasi kereta barang. (freepik/wirestock)
INDOZONE.ID - Cina berhasil menyelesaikan uji coba operasional kereta barang dengan total beban 35ribu ton berbasis sistem kontrol nirkabel, yang diklaim sebagai pertama di dunia.
Uji coba ini dilakukan di jalur kereta Baoshen, wilayah Mongolia Dalam, dan menandai tonggak baru dalam pengembangan teknologi transportasi rel dan logistik modern.
Uji coba tersebut melibatkan tujuh rangkaian kereta barang, masing-masing berbobot sekitar 5 ribu ton, yang dioperasikan secara bersamaan dalam satu formasi.
Berbeda dari metode konvensional, rangkaian ini tidak disatukan dengan sambungan mekanis, melainkan dikendalikan melalui sistem sinyal dan kontrol pintar berbasis nirkabel yang mampu menyinkronkan akselerasi serta pengereman secara presisi.
Baca juga: Plester di Tangan Trump Jadi Sorotan, Ini Penjelasan Gedung Putih
Teknologi ini dikembangkan secara mandiri oleh Cina Shenhua Energy Co bersama sejumlah institusi riset.
Sistem kendali tersebut memungkinkan seluruh rangkaian kereta bergerak serempak tanpa tabrakan maupun pemisahan, meski membawa beban ekstrem.
Inovasi ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi dan keselamatan dalam pengangkutan barang skala besar.
Seorang profesor dari Universitas Tongji menilai capaian ini sebagai lompatan signifikan.
Ia menyebut teknologi kendali kereta berat Cina dibangun di atas fondasi sistem kontrol kereta cepat yang telah matang dan kini berada di “tingkat terdepan di dunia.”
Baca juga: Bertemu Prabowo, Putin Tawarkan Kerja Sama Pertanian hingga Pengembangan Nuklir
Selain menjadi pencapaian teknis, keberhasilan uji coba ini juga membawa dampak strategis.
Dengan teknologi tersebut, kapasitas angkut kereta barang dapat ditingkatkan lebih dari 50 persen tanpa harus membangun jalur rel baru.
Hal ini dinilai penting untuk mendukung kebutuhan logistik nasional, khususnya pengangkutan energi dan komoditas industri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Globaltimes.com