INDOZONE.ID - Jumlah korban terkini di Gaza akibat serangan Israel dilaporkan telah melampaui 70.000 jiwa.
Data ini dirilis Kementerian Kesehatan Gaza pada Sabtu (29/11/2025) waktu setempat, seiring proses identifikasi jenazah yang terus dilakukan selama jeda pertempuran.
Kondisi ini menggambarkan bahwa situasi kemanusiaan di Gaza masih rentan dan jauh dari kata pulih.
Pihak kementerian melaporkan tambahan 301 korban tewas dalam dua hari terakhir, sehingga totalnya mencapai 70.100 jiwa.
Dua korban di antaranya berasal dari serangan terbaru, sementara sisanya merupakan temuan jenazah yang baru berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan bangunan.
Israel hingga kini belum memberikan tanggapan atas update angka tersebut.
Baca juga: Warga Gaza Skeptis dengan Resolusi PBB: Sibuk Urusan Politik, Mengabaikan Krisis Kemanusiaan
Meski beberapa pejabat Israel menilai data Gaza tak sepenuhnya akurat, mereka juga tidak mengeluarkan estimasi versi mereka sendiri.
Sejak serangan balasan Israel dilancarkan pada 7 Oktober 2023, sebagian besar wilayah Gaza mengalami kerusakan sangat parah.
Banyak jenazah korban yang terkubur berbulan-bulan, sehingga proses pencatatan kematian tidak bisa dilakukan secara tepat waktu.
Selama situasi kemanusiaan di Gaza masih rentan meski sedikit mereda berkat gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober lalu, tim penyelamat memanfaatkan waktu untuk mencari jenazah dan menambahkannya ke dalam data resmi.
Konflik yang masih berlangsung ini menunjukkan betapa sulitnya memastikan jumlah korban terkini di Gaza, mengingat banyaknya penduduk yang hilang dan belum ditemukan.
Baca juga: TNI Siapkan Peralatan Kesehatan dan 20 Ribu Personel untuk Misi Perdamaian di Gaza
Dampak konflik terhadap korban sipil di Gaza makin terasa di setiap sisi kehidupan warga. Moaz Mghari, salah satu warga Gaza, kehilangan 62 anggota keluarganya akibat serangan udara Israel di Kamp Bureij.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters