INDOZONE.ID - Pemerintah China mengumumkan langkah besar untuk meningkatkan keselamatan bangunan bertingkat melalui kampanye pencegahan kebakaran gedung tinggi.
Kebijakan ini muncul setelah insiden kebakaran di Hong Kong yang menewaskan setidaknya 128 orang, salah satu tragedi paling mematikan dalam beberapa dekade terakhir.
Kebakaran tersebut membuat publik resah, mengingat Hong Kong dikenal sebagai kota dengan hunian padat dan gedung-gedung pencakar langit yang menjulang.
Hal ini membuat pemerintah pusat menaruh fokus lebih besar pada perlindungan keselamatan di wilayah perkotaan berpenduduk padat.
Menurut laporan media pemerintah, Komite Keselamatan Kerja Dewan Negara mulai menerapkan regulasi keselamatan kebakaran gedung tinggi China yang lebih ketat.
Baca juga: Pemilik Restoran Jepang di China Resah karena Ketegangan Diplomatik Memanas
Inspeksi besar-besaran dilakukan untuk mengidentifikasi penggunaan material bangunan yang mudah terbakar, baik pada konstruksi baru maupun gedung lama.
Pemeriksaan juga difokuskan pada infrastruktur pendukung proyek seperti perancah bambu dan jaring pengaman yang tidak tahan api.
Kedua material tersebut dinilai dapat memperbesar risiko penyebaran api jika terjadi kebakaran.
Otoritas pemerintah meminta seluruh wilayah meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab dalam menerapkan langkah keselamatan.
Pemerintah China cegah kebakaran di gedung tinggi dengan memastikan pengawasan dilakukan lebih intensif dan berkelanjutan.
Baca juga: Presiden Taiwan Santap Sushi Jepang sebagai Gestur Dukungan di Tengah Ketegangan dengan China
“Pengawasan harus diperketat untuk memastikan setiap upaya pencegahan memberikan hasil nyata bagi keselamatan masyarakat,” tegas pernyataan resmi otoritas keselamatan nasional.
Kebakaran yang terjadi di Hong Kong tidak hanya menjadi duka, tetapi juga peringatan keras mengenai bahaya di lingkungan perkotaan berstruktur vertikal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: China Daily