INDOZONE.ID - Penduduk Tepi Barat, Palestina, harusnya mulai memanen zaitun di bulan Oktober ini.
Namun, belakangan serangan pasukan Israel terhadap kebun zaitun mereka makin sering terjadi.
Sejak awal musim panen zaitun tahun ini, tercatat 150 serangan menyasar wilayah perkebunan Zaitun. Ratusan orang tewas.
Serangan terhadap kebun zaitun di Palestina bukan aksi acak, melainkan tindakan sistematis.
Pasukan Israel tidak hanya menyerang, tapi juga memusnahkan pohon-pohon di kebun zaitun.
Sejak awal agresi Oktober 2023, diperkirakan 1,1 juta pohon zaitun dimusnahkan tentara Israel.
Pada Agustus 2025, misalnya, 10 ribu pohon zaitun dimusnahkan dalam pengepungan tiga hari di Tepi Barat.
Sebagian dari pohon-pohon usianya sudah lebih dari satu abad.
Pada 2020 saja, 40 persen petani zaitun Palestina melaporkan pencurian dan perusakan kebun mereka oleh tentara Israel.
Bagi penduduk Palestina, kebun zaitun merupakan simbol keterikatan spiritual penduduk Palestina terhadap tanah leluhurnya.
Di kawasan itu, pengolahan zaitun tradisi sejak berabad-abad lalu.
Baca juga: PBB Kecam Serangan Udara Israel yang Tewaskan Warga Sipil di Gaza
“Ini bukan sekadar pohon, ini warisan leluhur kami, kami harus melindunginya," kata Mohammed Abu al-Rabb, petani zaitun di Desa Jablun, tak jauh dari Jenin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Middleeasteye.net, Al Jazeera