Sejumlah perwira tinggi Komisi Militer Pusat (CMC) China. (GREG BAKER/Pool via REUTERS)
INDOZONE.ID - Pemerintah China resmi memecat sembilan pejabat tinggi militer, termasuk seorang anggota Politbiro Partai Komunis China (PKC), setelah hasil investigasi menunjukkan adanya dugaan korupsi besar-besaran di tubuh Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).
"Berdasarkan peraturan dan hukum Partai terkait, Komite Pusat Partai memutuskan untuk memberikan hukuman pencabutan keanggotaan Partai kepada kesembilan orang tersebut,” ujar Juru Bicara Kementerian Pertahanan China Zhang Xiaogang, sebagaimana dikutip dari laman resmi Kementerian Pertahanan China, Minggu (19/10/2025).
Sebelumnya, Komisi Militer Pusat (CMC) juga telah memutuskan untuk mencabut keanggotaan kesembilan pejabat tersebut dari keanggotaan militer.
Daftar nama yang dipecat mencakup tokoh-tokoh penting di tubuh militer China. Di antaranya adalah Jenderal He Weidong, sosok dengan pangkat tertinggi kedua di PLA, sekaligus Wakil Ketua Komisi Militer Pusat serta anggota Politbiro PKC.
Selain He, terdapat pula Laksamana Miao Hua, anggota Komisi Militer Pusat sekaligus mantan Kepala Departemen Politik CMC.
Baca juga: Eks Menteri Pertanian China Divonis Hukuman Mati karena Suap, Seluruh Harta Disita
Tujuh pejabat lainnya yang turut dicopot antara lain:
“Berdasarkan hasil investigasi, kesembilan orang tersebut secara serius melanggar disiplin Partai dan diduga terlibat dalam kejahatan jabatan dengan jumlah yang sangat besar, sifat yang sangat serius, dan berdampak sangat buruk,” tambah Zhang.
Zhang menegaskan, langkah tegas tersebut menunjukkan keteguhan Komite Pusat PKC dan Komisi Militer Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping, dalam memerangi korupsi hingga ke tingkat tertinggi.
“Tidak ada tempat bagi para koruptor untuk bersembunyi di dalam militer. Ini hasil perjuangan melawan korupsi partai dan militer, yang akan membuat tentara rakyat semakin murni dan kokoh,” ungkap Zhang.
Pemecatan Jenderal He Weidong menjadi yang pertama terhadap pejabat aktif di Komisi Militer Pusat sejak era Revolusi Kebudayaan (1966–1976).
He, yang berusia 68 tahun, diketahui tidak lagi tampil di depan publik sejak Maret 2025. Namun, otoritas China tidak mengumumkan secara terbuka awal penyelidikan terhadapnya.
Pemecatan ini terjadi hanya beberapa hari sebelum Sidang Pleno Keempat Komite Sentral PKC yang dijadwalkan berlangsung pada 20–23 Oktober 2025 di Beijing.
Baca juga: Badan Anti Korupsi Korsel Minta Polisi Segera Tangkap Presiden Yoon Suk Yeol
Pertemuan tersebut akan membahas Rencana Lima Tahun ke-15 China, serta kemungkinan perombakan struktur personel di lingkaran elite partai.
Kehadiran nama He Weidong dalam daftar pemecatan juga dinilai mengguncang struktur kekuasaan tertinggi PKC, mengingat ia merupakan salah satu dari dua wakil ketua Komisi Militer Pusat, posisi strategis di bawah langsung Presiden Xi.
Sebagai bagian dari 25 anggota Politbiro, He dianggap memiliki pengaruh besar dalam pengambilan keputusan nasional, terutama di sektor pertahanan dan keamanan.
Langkah pemecatan ini memperkuat kesan bahwa kampanye antikorupsi Xi Jinping kini menyasar lapisan elite militer tertinggi, mempertegas kontrol politik terhadap PLA, menjelang penetapan arah baru kebijakan strategis nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA