Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 14 AGUSTUS 2025 • 21:45 WIB

Korea Utara Bantah Pindahkan Pengeras Suara, Tegaskan Tak Mau Perbaiki Hubungan dengan Korsel

Korea Utara Bantah Pindahkan Pengeras Suara, Tegaskan Tak Mau Perbaiki Hubungan dengan KorselSebuah pos jaga militer Korea Utara (kiri) dan sebuah pengeras suara terlihat dari Paju, Korea Selatan, dekat perbatasan dengan Korea Utara pada 12 Juni 2025. (Yonhap News)

INDOZONE.ID - Korea Utara secara tegas membantah laporan militer Korea Selatan yang menyebut Pyongyang mulai memindahkan pengeras suara propaganda di sepanjang zona demiliterisasi (DMZ). 

Pernyataan Korut di perbatasan itu disampaikan langsung oleh Kim Yo Jong, adik pemimpin tertinggi Kim Jong Un, pada Kamis (14/8/2025).

Kim Yo Jong menegaskan bahwa Korea Utara bantah pindahkan pengeras suara di perbatasan, dan menutup pintu bagi kemungkinan perbaikan hubungan dengan Seoul. 

Baca juga: Korea Utara Ancam Balas dengan Tegas jika Latihan Militer AS-Korsel Dianggap Provokasi

Ia bahkan mengatakan kebijakan resmi untuk Korea Utara tak mau perbaiki hubungan dengan Korsel akan diabadikan dalam konstitusi negara di masa depan.

Kami tidak pernah menghapus pengeras suara di perbatasan dan tidak berniat untuk melakukannya,” tegas Kim dalam pernyataan yang disiarkan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA). 

Ia menuduh Seoul sengaja membentuk opini publik bahwa hubungan antar-Korea membaik, padahal itu tidak benar.

Baca juga: Korea Utara Bangun Kapal Perusak Baru Seberat 5.000 Ton, Ini Alasannya

Sejak menjabat pada Juni, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengambil langkah berbeda dari pendahulunya dengan menawarkan dialog tanpa syarat kepada Korea Utara. 

Namun, meski militer Korsel mengumumkan penghentian siaran propaganda dan mengklaim melihat tanda-tanda pengeras suara Korea Utara mulai dibongkar, Pyongyang membantah.

Situasi ini menambah daftar panjang ketegangan perbatasan Korea Utara-Selatan yang sudah berlangsung bertahun-tahun.

Pernyataan ini muncul hanya empat hari sebelum latihan militer gabungan AS-Korsel dimulai pada 18-28 Agustus. Latihan tersebut sering memicu kemarahan Pyongyang, yang menilainya sebagai latihan invasi.

Apakah Korsel menghentikan siaran atau menunda latihannya, kami sama sekali tidak peduli,” kata Kim Yo Jong. 

Pemerintah Korea Selatan tetap berkomitmen mencari jalan menuju normalisasi hubungan, meskipun mengakui hubungan antar-Korea berada dalam kebuntuan selama tiga tahun terakhir.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Yonhap News

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Korea Utara Bantah Pindahkan Pengeras Suara, Tegaskan Tak Mau Perbaiki Hubungan dengan Korsel

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!