INDOZONE.ID - Pemerintah Korea Selatan tengah mengkaji berbagai pendekatan baru guna membaikkan hubungan dengan Korea Utara yang selama ini diliputi ketegangan.
Langkah itu merupakan bagian dari upaya diplomasi Korea Selatan dan Korut, yang terus mengalami dinamika di kawasan Semenanjung Korea.
Hal ini disampaikan juru bicara Kementerian Unifikasi Korea Selatan, Koo Byung-sam, pada Senin (21/7/2025). Pernyataan tersebut menanggapi laporan media, pemerintah Seoul sedang mempertimbangkan kemungkinan membuka jalur wisata perorangan ke Korea Utara.
Baca juga: Korea Utara Larang Turis Asing Masuk ke Resor Pantai Mewah Wonsan
Meski tidak memberikan tanggapan langsung terhadap isu tersebut, Koo menyampaikan secara prinsip, kunjungan wisata individu tidak bertentangan dengan sanksi internasional yang diberlakukan terhadap Korea Utara.
Seperti diketahui, pariwisata menjadi salah satu dari sedikit sumber devisa yang masih bisa dimanfaatkan oleh Korea Utara. Terelebih, sebagian besar sektor ekonominya dibatasi sanksi PBB akibat program nuklir dan senjata yang mereka kembangkan.
Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, menunjukkan komitmen kuat dalam memperbaiki hubungan dengan Korut.
Baca juga: Hujan Lebat di Korea Selatan Sebabkan Banjir Bandang, Ribuan Warga Mengungsi
Dalam beberapa bulan terakhir, ia telah mengambil sejumlah langkah konkret, termasuk menghentikan siaran propaganda anti-Korut dari pengeras suara di perbatasan, serta menangguhkan aksi penyebaran selebaran oleh aktivis yang menentang rezim Pyongyang.
Langkah-langkah ini menjadi bagian dari strategi Korea Selatan terhadap Korea Utara, yang lebih menekankan pada dialog dan peredaan ketegangan, bukan konfrontasi.
Presiden Lee juga menyatakan, akan segera menggelar pembahasan bersama para pejabat keamanan nasional. Hal itu untuk mencari cara terbaik melanjutkan dialog dengan Korea Utara, yang secara teknis masih dalam status perang dengan Korea Selatan sejak 1953.
Di tengah upaya Korsel perbaiki hubungan dengan Korut, Korea Utara baru saja meresmikan sebuah kawasan wisata pantai di Wonsan, sebuah proyek unggulan yang dipimpin langsung Kim Jong Un.
Proyek ini menunjukkan keinginan Korut untuk membuka diri terhadap sektor pariwisata internasional, meski saat ini masih belum menerima pengunjung asing.
Menurut situs resmi DPR Korea Tour yang dikelola Administrasi Pariwisata Nasional Korea Utara, area tersebut belum dibuka untuk wisatawan luar negeri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Yonhap News