Kobaran api dan asap dalam serangan Iran ke Israel. (REUTERS/Rami Shlush)
INDOZONE.ID - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) memastikan bahwa puluhan Warga Negara Indonesia (WNI), tertahan di beberapa negara akibat meningkatnya eskalasi konflik bersenjata antara Iran dan Israel sejak akhir pekan lalu.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Judha Nugraha, menjelaskan bahwa para WNI tersebut sedang melakukan perjalanan singkat dan terpaksa tertahan akibat penutupan wilayah udara dan terhentinya penerbangan di kawasan konflik.
Menurut data Kemlu RI, total WNI yang tertahan mencapai 52 orang yang tersebar di tiga negara:
Baca juga: Konflik Iran dan Israel Makin Panas, Kemlu RI Pastikan Tak Ada WNI Jadi Korban
"Para WNI tersebut telah mendapat bantuan dan pendampingan dari KBRI Amman dan KBRI Teheran," kata Judha dalam keterangan tertulis dari Jakarta, Senin (16/6/2025) malam.
Kemlu RI bersama seluruh perwakilan Indonesia di Timur Tengah, terus memantau perkembangan situasi di wilayah konflik.
Judha menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan adanya WNI yang menjadi korban dalam konflik yang terjadi antara Iran dan Israel.
"Seluruh WNI yang berada di lokasi konflik dalam kondisi aman dan terus dimonitor oleh perwakilan RI di masing-masing negara," tambahnya.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat tajam sejak Israel melancarkan serangan udara terkoordinasi ke sejumlah lokasi strategis di Teheran pada Jumat (13/6/2025), termasuk ke fasilitas militer dan nuklir. Iran kemudian membalas serangan itu hanya dalam hitungan jam.
Baca juga: Detik-detik Presenter TV Iran Kabur saat Rudal Israel Hantam Studio yang Sedang Live
Pada Sabtu malam (14/6/2025), Iran meluncurkan gelombang kedua serangan balasan bertajuk True Promise III dengan menyasar fasilitas ekonomi dan industri di kota pelabuhan Israel, Haifa.
Israel kembali membalas dengan menyerang Kementerian Pertahanan dan depot minyak di Teheran.
Akibat serangan tersebut, Iran melaporkan setidaknya 78 orang tewas pada hari pertama serangan, dan puluhan korban tambahan, termasuk anak-anak, jatuh pada hari kedua.
Eskalasi konflik ini juga berimbas pada tertundanya perundingan nuklir tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat yang dimediasi Oman.
Putaran keenam pembicaraan yang semula dijadwalkan berlangsung pada Ahad di Muskat, harus ditunda akibat memburuknya kondisi keamanan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA