Kamis, 14 MEI 2026 • 17:25 WIB

Bukannya Beli Tank, 7 Negara Ini Justru Pilih Hidup Tanpa Tentara! Kok Bisa?

Author

Ilustrasi tentara. (Freepik)

INDOZONE.ID - Dunia saat ini sering kali terlihat seperti panggung persaingan kekuatan senjata. Banyak negara berlomba-lomba mengalokasikan triliunan rupiah dari anggaran mereka demi mempercanggih alutsista. 

Akan tetapi, tahukah kamu kalau ada beberapa negara yang justru memilih untuk tidak memiliki kekuatan militer sama sekali?

Tanpa tank, tanpa jet tempur, dan tanpa tentara aktif, negara-negara ini membuktikan bahwa stabilitas bisa dicapai lewat jalur diplomasi dan kerja sama internasional. 

Berikut adalah daftar negara tanpa militer dan alasan unik di baliknya:

Baca juga: Karena Agresi Militer, Iran Gugat AS ke Mahkamah Arbitrase

1. Kosta Rika

Kosta Rika adalah negara paling terkenal dalam daftar ini. Mereka secara resmi membubarkan militernya pada tahun 1948 setelah perang saudara yang singkat namun berdarah.

Konstitusi Kosta Rika melarang keberadaan militer tetap. Anggaran yang seharusnya dipakai untuk membeli senjata dialihkan sepenuhnya untuk pendidikan, kesehatan, dan perlindungan lingkungan. 

Hasilnya? Kosta Rika sering menduduki peringkat tinggi dalam indeks kebahagiaan dunia. Untuk keamanan dalam negeri, mereka mengandalkan kepolisian nasional.

Baca juga: Keluarga Korban Kekerasan TNI Gugat UU Peradilan Militer ke MK, Angkat Isu HAM

2. Islandia

Sebagai anggota NATO, Islandia adalah kasus yang unik. Meskipun berada di lokasi strategis di Atlantik Utara, negara ini tidak memiliki angkatan darat, laut, maupun udara yang berdiri sendiri.

Islandia memiliki populasi yang kecil dan sejarah panjang tanpa militer sejak tahun 1869. Mereka memiliki perjanjian pertahanan dengan Amerika Serikat dan perlindungan kolektif dari NATO. 

Untuk urusan keamanan wilayah laut, mereka memiliki Coast Guard yang sangat terlatih.

3. Panama

Panama memutuskan untuk menghapuskan militernya pada tahun 1990, segera setelah invasi Amerika Serikat yang menjatuhkan diktator militer Manuel Noriega.

Trauma akan kudeta militer dan kediktatoran membuat Panama memilih untuk mendemiliterisasi negaranya secara konstitusional. 

Mereka fokus pada pembangunan ekonomi melalui Terusan Panama dan mempercayakan keamanan publik kepada Panamanian Public Forces yang bersifat sipil.

4. Mauritius

Negara kepulauan yang indah di Afrika ini tidak pernah memiliki militer sejak merdeka pada tahun 1968.

Mauritius memilih untuk memfokuskan sumber dayanya pada pembangunan infrastruktur serta pariwisata yang ada di negaranya. 

Keamanan internal dan fungsi militer dasar dijalankan oleh kepolisian yang didukung oleh unit paramiliter khusus bernama Special Mobile Force (SMF).

5. Andorra

Terjepit di antara Prancis dan Spanyol di pegunungan Pyrenees, Andorra adalah negara kecil yang damai tanpa pasukan pertahanan sendiri.

Luas wilayah yang sangat kecil membuat pembentukan militer menjadi tidak efisien. Sebagai gantinya, Andorra menandatangani perjanjian pertahanan informal dengan dua tetangganya. 

Apabila terdapat ancaman luar, Prancis dan Spanyol memiliki kewajiban melindungi kedaulatan Andorra dari ancaman luar.

6. Monako

Negara yang terkenal dengan kasino dan balapan F1 ini memang memiliki unit kepolisian yang sangat elite, tetapi tidak memiliki tentara untuk perang.

Berdasarkan perjanjian bilateral, pertahanan militer Monako sepenuhnya menjadi tanggung jawab tetangganya, yakni Prancis. 

Monako hanya mempertahankan unit kecil untuk upacara seremonial dan perlindungan Pangeran, sementara urusan pertahanan perbatasan diserahkan ke tangan negara tetangganya tersebut.

7. Vanuatu

Negara kepulauan di Pasifik Selatan ini tidak memiliki angkatan bersenjata tetap sejak berdiri. Vanuatu lebih mengutamakan stabilitas regional melalui forum-forum internasional. 

Mereka memiliki Vanuatu Mobile Force (VMF), yang secara teknis merupakan bagian dari kepolisian, yang bertugas menangani keamanan internal dan bantuan bencana alam.

Demikianlah daftar negara yang memilih jalan sunyi tanpa kekuatan militer. Meski terdengar berisiko, kerja sama internasional dan komitmen perdamaian terbukti cukup untuk menjaga bendera mereka tetap berkibar tanpa harus ada desingan peluru.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Military Times

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU