Sabtu, 11 APRIL 2026 • 15:15 WIB

5 Negara yang Paling Berpotensi Lenyap dari Peta jika Perang Dunia Ketiga Pecah, Ada Israel!

Author

Ilustrasi perang nuklir di perang dunia III. (Freepik)

INDOZONE.ID - Wacana mengenai Perang Dunia Ketiga (PD3) adalah skenario terburuk yang selalu berusaha dihindari oleh umat manusia. Namun, dalam analisis geopolitik dan pertahanan strategi, memetakan risiko adalah hal yang niscaya.

Jika konflik global skala penuh benar-benar pecah, visualisasi peta dunia akan berubah drastis. Ada negara-negara yang karena posisi geografis, aliansi politik, atau kepemilikan senjata pemusnah massal, berada di garis depan kehancuran.

Berikut adalah daftar negara yang paling berpotensi lenyap dari peta dunia atau mengalami kehancuran total jika Perang Dunia Ketiga terjadi.

Baca juga: Perang yang Belum Berakhir: 5 Gencatan Senjata Paling Rapuh di Dunia hingga Tahun 2026!

1. Korea Utara

Bendera Korea Utara terlihat di Jenewa, Swiss, pada 20 Juni 2017. (REUTERS/Pierre Albouy/File Foto)

Negara pimpinan Kim Jong Un ini adalah salah satu flashpoint (titik picu) paling berbahaya di dunia. Jika PD3 pecah, Korea Utara dipastikan akan menjadi target utama serangan pre-emptif.

Korea Utara memiliki senjata nuklir dan doktrin untuk menggunakannya lebih dulu jika merasa terancam. Ini mengundang serangan balasan nuklir instan dari AS dan sekutunya.

Selain itu, letaknya Korea Utara yang berada kekuatan besar (Tiongkok, Rusia, Jepang, dan Korea Selatan) menjadikannya medan perang utama. Serangan udara dan darat masif akan meluluhlantakkan infrastruktur negara yang sudah rapuh ini dalam hitungan hari.

2. Israel

Bendera Israel (REUTERS/Luisa Gonzalez)

Meski sebenarnya memiliki militer yang sangat canggih (IDF), Israel berada di lingkungan geopolitik yang sangat bermusuhan. Dalam skenario PD3, Israel tidak lagi menghadapi milisi, melainkan negara-negara besar.

Jika Iran dan sekutu-sekutunya terlibat dalam PD3 melawan aliansi Barat, Israel akan menjadi target rudal pertama dan utama dari berbagai arah (Iran, Lebanon, Suriah, Yaman).

Sebagai sebuah negara, Israel sendiri memiliki wilayah yang terbilang sangat sempit. Satu atau dua serangan nuklir atau ribuan rudal presisi secara bersamaan dapat melumpuhkan seluruh negara ini tanpa ruang untuk mundur atau evakuasi.

Baca juga: Perang Iran Hari ke-41: Lebanon Berkabung, 254 Tewas dalam Sehari

3. Ukraina

Seorang warga sipil berlatih melempar bom molotov saat invasi Rusia ke Ukraina di Zhytomyr. (REUTERS/Viacheslav Ratynskyi)

Sebagai "medan perang" saat ini antara kepentingan Barat dan Rusia, Ukraina sudah berada dalam fase kehancuran. Jika konflik ini meluas menjadi PD3, status Ukraina sebagai negara berdaulat akan sangat terancam.

Ukraina sendiri akan menjadi medan pertempuran darat utama antara pasukan NATO melawan Rusia. Selain itu, Rusia berpotensi merebut dan mengazali seluruh wilayah Ukraina untuk menciptakan zona penyangga permanen, menghapuskan kedaulatan Ukraina secara de facto dan de jure.

4. Jepang

Ilustrasi bendera negara Jepang. (Freepik/natanaelginting)

Jepang adalah sekutu utama Amerika Serikat (AS) di Asia-Pasifik dan merupakan rumah bagi pangkalan militer AS terbesar di luar negeri (Okinawa). Ini menjadikannya target strategis nomor satu bagi Tiongkok dan Rusia.

Keberadaan pangkalan militer AS, membuat Jepang akan jadi salah satu target Tiongkok dan Rusia. Serangan ini akan melibatkan rudal hipersonik dalam skala masif.

Selain itu, sebagai negara kepulauan dengan kepadatan penduduk tinggi di pesisir, Jepang sangat rentan terhadap blokade laut total, serangan rudal, bahkan ancaman senjata nuklir mengingat trauma sejarah.

5. Taiwan

Bendera Taiwan berkibar di dekat gedung Taipei 101 di National Dr Sun Yat-Sen Memorial Hall di Taipei, Taiwan. (channelnewsasia.com)

Taiwan (Republik Tiongkok) sering disebut sebagai tempat paling berbahaya di bumi saat ini. Invasi Tiongkok ke Taiwan dianggap sebagai salah satu pemicu paling mungkin untuk PD3.

Jika PD3 pecah, Tiongkok akan menggunakan kesempatan ini untuk melancarkan invasi amfibi penuh untuk merebut Taiwan di bawah prinsip "Satu Tiongkok".

Taiwan akan menjadi pusat dari pertempuran laut dan udara terdahsyat antara AS-Jepang melawan Tiongkok. Meskipun Taiwan melawan habis-habisan, pulau tersebut berpotensi hancur lebur akibat bombardir sebelum berhasil direbut.

Daftar di atas bukanlah prediksi nasib, melainkan sebuah peringatan strategis. Lenyapnya sebuah negara dari peta dunia bukan hanya berarti hilangnya batas-batas politik, melainkan tragedi kemanusiaan yang tak terbayangkan. 

Memahami risiko ini harusnya memperkuat komitmen global untuk memprioritaskan diplomasi dan mencegah kiamat modern ini benar-benar terjadi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU