INDOZONE.ID - Dunia saat ini sering kali terlihat seperti panggung persaingan kekuatan senjata. Banyak negara berlomba-lomba mengalokasikan triliunan rupiah dari anggaran mereka demi mempercanggih alutsista.
Akan tetapi, tahukah kamu kalau ada beberapa negara yang justru memilih untuk tidak memiliki kekuatan militer sama sekali?
Tanpa tank, tanpa jet tempur, dan tanpa tentara aktif, negara-negara ini membuktikan bahwa stabilitas bisa dicapai lewat jalur diplomasi dan kerja sama internasional.
Berikut adalah daftar negara tanpa militer dan alasan unik di baliknya:
Baca juga: Karena Agresi Militer, Iran Gugat AS ke Mahkamah Arbitrase
Kosta Rika adalah negara paling terkenal dalam daftar ini. Mereka secara resmi membubarkan militernya pada tahun 1948 setelah perang saudara yang singkat namun berdarah.
Konstitusi Kosta Rika melarang keberadaan militer tetap. Anggaran yang seharusnya dipakai untuk membeli senjata dialihkan sepenuhnya untuk pendidikan, kesehatan, dan perlindungan lingkungan.
Hasilnya? Kosta Rika sering menduduki peringkat tinggi dalam indeks kebahagiaan dunia. Untuk keamanan dalam negeri, mereka mengandalkan kepolisian nasional.
Baca juga: Keluarga Korban Kekerasan TNI Gugat UU Peradilan Militer ke MK, Angkat Isu HAM
Sebagai anggota NATO, Islandia adalah kasus yang unik. Meskipun berada di lokasi strategis di Atlantik Utara, negara ini tidak memiliki angkatan darat, laut, maupun udara yang berdiri sendiri.
Islandia memiliki populasi yang kecil dan sejarah panjang tanpa militer sejak tahun 1869. Mereka memiliki perjanjian pertahanan dengan Amerika Serikat dan perlindungan kolektif dari NATO.
Untuk urusan keamanan wilayah laut, mereka memiliki Coast Guard yang sangat terlatih.
Panama memutuskan untuk menghapuskan militernya pada tahun 1990, segera setelah invasi Amerika Serikat yang menjatuhkan diktator militer Manuel Noriega.
Trauma akan kudeta militer dan kediktatoran membuat Panama memilih untuk mendemiliterisasi negaranya secara konstitusional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Military Times