Ilustrasi politik identitas. (Freepik.)
INDOZONE.ID - Saat mendekati tahun pemilihan umum (pemilu), istilah politik identitas kembali kita dengar. Biasanya istilah ini muncul di ruang diskusi politik, kampanye hingga perdebatan di media sosial.
Namun tak sedikit masyarakat yang belum memahami sepenuhnya istilah politik identitas serta dampaknya terhadap demokrasi Indonesia.
Dalam artikel ini, Indozone akan menjelaskan apa itu politik identitas, bahaya polarisasi yang ditimbulkan hingga dampaknya terhadap demokrasi.
Baca juga: Pengamat Sebut Manifesto Ganjar Mengedepankan Nalar Menolak Politik Identitas
Dilansir dari Wikipedia, politik identitas adalah praktik politik suatu kelompok seperti etnis, suku, budaya, agama atau yang lainnya untuk tujuan tertentu, misalnya sebagai bentuk perlawanan atau sebagai alat untuk menunjukan jati diri suatu kelompok tersebut.
Dalam konteks pemilu, politik identitas menjadi dasar untuk membentuk solidaritas kelompok dan memengaruhi perilaku politik seseorang.
Alih-alih menawarkan visi besar atau program perubahan, aktor politik yang menggunakan strategi politik identitas biasanya memanfaatkan kesamaan latar belakang guna menciptakan rasa kedekatan dengan pemilih.
Sebagai contoh, seorang kandidat pemilu menonjolkan identitas keagamaan, kesukuan, atau asal daerahnya untuk menarik simpati kelompok yang memiliki kesamaan identitas dengannya.
Tujuannya hanya satu, yakni meraup suara dengan sebanyak-banyaknya demi memenangkan pemilu.
Ilustrasi masyarakat terpolarisasi karena politik identitas. (freepik)
Dalam konteks demokrasi, politik identitas memiliki dampak positif dan negatif. Semua tergantung pada bagaimana ia digunakan.
Politik identitas dapat menjadi tantangan bagi persatuan masyarakat apabila digunakan untuk memecah belah atau menciptakan polarisasi.
Ada beberapa cara untuk menghadapi dan mencegah politik identitas, di antaranya:
Dalam sistem demokrasi, setiap warga negara berhak untuk memilih kandidat sesuai keyakinannya hatinya. Namun, pemilih juga perlu memastikan bahwa keputusan politik tidak hanya didasarkan pada kesamaan identitas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: KPU Kabupaten Yalimo, Wikipedia