Jeffrey Epstein File. (Dok. Istimewa)
INDOZONE.ID - Jeffrey Epstein merupakan sosok kontroversial yang jaringan pertemanannya mencakup elit global dari berbagai bidang.
Seiring dengan terbukanya dokumen pengadilan dan investigasi jurnalistik, beberapa tokoh publik terbukti memberikan pernyataan yang kontradiktif atau tidak akurat mengenai sejauh mana hubungan mereka dengan sang terpidana kasus perdagangan seks tersebut.
Berikut adalah ulasan mengenai lima tokoh penting yang hubungannya dengan Epstein terbukti lebih dalam daripada yang mereka akui sebelumnya:
Baca juga: Soal Kasus Berkas Epstein, Eks Istri Minta Bill Gates Bersikap Jujur
Anggota keluarga kerajaan Inggris ini secara konsisten mencoba mengecilkan hubungannya dengan Epstein. Dalam wawancara kontroversialnya dengan BBC Newsnight (2019), Andrew mengklaim bahwa ia hanya berteman dengan Epstein sebagai "sarana untuk bertemu orang lain" dan tidak memiliki kedekatan khusus.
Namun faktanya, dokumen pengadilan dan foto-foto menunjukkan kedekatan yang nyata. Foto ikonik dirinya bersama Virginia Giuffre (salah satu korban Epstein) di rumah Ghislaine Maxwell menjadi bukti kuat.
Selain itu, catatan penerbangan menunjukkan ia beberapa kali terbang dengan pesawat pribadi Epstein, "Lolita Express," sebuah fakta yang awalnya coba ia kaburkan.
Bill Gates. (photo/China News Service/Hou Yu)
Pendiri Microsoft ini awalnya menyatakan kepada Wall Street Journal pada tahun 2019 bahwa ia "tidak memiliki hubungan bisnis atau pertemanan" dengan Epstein. Ia hanya mengaku pernah bertemu dalam konteks filantropi beberapa kali.
Dalam investigasi The New York Times mengungkapkan bahwa Gates bertemu dengan Epstein berkali-kali sejak tahun 2011—setelah Epstein dihukum karena kasus pelecehan seksual anak di Florida.
Catatan menunjukkan Gates mengunjungi rumah Epstein di Manhattan hingga larut malam dan mendiskusikan donasi besar untuk Gates Foundation, yang jauh melampaui "sekadar pertemuan singkat" seperti yang ia klaim semula.
Baca juga: Trump Bilang Iran Sepakat Berunding Ketimbang Menghadapi Aksi Militer AS
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (REUTERS/Jonathan Ernst)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan