Konferensi pers Aparat gabungan TNI-Polri di Polda Papua Tengah (Istimewa)
INDOZONE.ID - Aparat gabungan TNI-Polri melakukan operasi dan berhasil menduduki kamp atau markas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Nabarua, Papua Tengah. Meski berhasil menduduki markas dan menyita beraham barang bukti, sayangnya terdapat satu personel TNI yang terkena tembakan.
Penindakan tersebut dilakukan menyusul informasi adanya aktivitas kelompok bersenjata di wilayah Kali Nabarua. Di Camp tersebut, KKB diduga melakukan pertemuan internal, penggalangan dukungan logistik serta merencanakan aksi gangguan keamanan di wilayah Kabupaten Nabire.
Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol Gustav Robby Urbinas menyebut pihaknya melakukan pemantauan beberapa waktu lalu pada camp tersebut. Singkat cerita, proses penindakan dilakukan, namun KKB melakukan perlawanan hingga baku tembak tidak ter-elakan.
"Saat tim mendekati lokasi camp, terjadi kontak tembak antara aparat keamanan dan kelompok kriminal bersenjata. Tim bantuan turut disiagakan untuk memperkuat personel di lapangan," kata Gustav dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Selasa (3/3/2026).
Baca juga: Dua Buronan Prioritas KKB Ditangkap, Ini Sederet Aksi Teror Homi Heluka dan Simak Kipka
Pasca baku tembak beberapa waktu, para KKB melarikan diri ke arah hutan sedangkan camp mereka berhasil dikuasai. Barang bukti yang diamankan dari camp itu antara lain 561 butir amunisi berbagai kaliber, 10 buah magazen, 12 unit telepon genggam, lima unit alat komunikasi, uang tunai puluhan juta rupiah, bendera dan perlengkapan lainnya serta tiga tas berisi perlengkapan kelompok.
Dari barang bukti tersebut, dua magazen yang ditemukan merupakan hasil rampasan dari kejadian di Lagari, Musyaro, PT Kristalin, termasuk dua telepon genggam milik korban dan satu unit iPhone. Selain itu, terdapat dua magazen lain yang merupakan hasil rampasan dari kejadian di Kilometer 128 pada akhir tahun 2025 yang menewaskan dua anggota aparat.
"Untuk amunisi lainnya masih dalam penyelidikan oleh tim Satgas Damai Cartenz dan Rajawali Mambri guna pendalaman lebih lanjut," tuturnya.
Dari balik keberhasilan ini, terdapat personel yang mengalami luka. Wakil Panglima Operasi Habema, Brigjen TNI Riyanto mengungkap jika satu anggotanya mengalami luka akibat serpihan proyektil.
Baca juga: Polri Sebut Penembak Pesawat Smart Air dari KKB Yahukimo
"Korban tertembak ada satu anggota kita yang terkena rekoset di betis kanan. Antisipasi kami tentu apabila sudah terjadi perdarahan harus segera dilakukan evakuasi," kata Riyanto.
"Anggota tersebut langsung dievakuasi dan saat ini sudah tertangani. Kondisinya tidak terlalu serius karena hanya serpihan proyektil. Diperkirakan dalam waktu sekitar satu minggu sudah cukup membaik," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan