Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 28 DESEMBER 2025 • 15:19 WIB

Wajib Tau 3 Modus Penipuan Digital Terbesar: Negara Rugi Rp8,2 Triliun, Ini yang Harus Kamu Lakukan

Wajib Tau 3 Modus Penipuan Digital Terbesar: Negara Rugi Rp8,2 Triliun, Ini yang Harus Kamu LakukanIlustrasi penipuan digital. (Freepik.)

INDOZONE.ID - Dalam setahun terakhir, kerugian tembus Rp8,2 triliun untuk transaksi digital di Indonesia. Tiga modus utama yang paling mendominasi, yakni telepon palsu hingga investasi bodong.

Data Indonesia Anti-Scam Center (IASC) mencatat kerugian akibat penipuan digital mencapai Rp8,2 triliun dalam setahun terakhir. Berdasarkan data tersebut, hanya 4,76 persen dana korban yang berhasil diselamatkan.

Sejak November 2024 hingga 30 November 2025, ada 373.129 laporan penipuan. Artinya, rata-rata 874 laporan masuk setiap hari.

Dari ratusan ribu laporan tersebut, tercatat 619.394 rekening terindikasi terlibat penipuan. Namun, yang berhasil diblokir baru 117.301 rekening.

Founder & Group CEO VIDA, Niki Luhur, menegaskan masalah utamanya ada di perlindungan identitas digital.

"Identitas digital adalah gerbang utama keamanan finansial kita. Dengan rata-rata 874 laporan penipuan setiap hari, kita tidak bisa lagi mengandalkan metode pengamanan tradisional yang mudah dibobol seperti OTP berbasis SMS," ujar Niki Luhur kepada Indozone.

Baca juga: Motif Penipuan WO: Ayu Puspita Pakai Uang Korban untuk Bayar Cicilan hingga Liburan

Mengapa Penipuan Digital Marak Saat Liburan?

Periode liburan disebut sebagai “waktu emas” bagi pelaku penipuan digital. Ada beberapa faktor yang membuat masyarakat lebih rentan.

Wajib Tau 3 Modus Penipuan Digital Terbesar: Negara Rugi Rp8,2 Triliun, Ini yang Harus Kamu LakukanIlustrasi penipuan e -commerce. (Freepik)

Pertama, transaksi meningkat dan fokus orang terpecah. Kedua, banyak promo dan tawaran instan yang memancing keputusan cepat.

Berdasarkan temuan VIDA dan data industri, ada celah besar yang terus dimanfaatkan penipu.

Baca juga: Pemerhati Perempuan Geram atas Dugaan Pembebasan Pelaku Penipuan Online di Barru

Phishing Masih Dominan

Data VIDA menunjukkan sekitar 80 persen pembobolan akun terjadi akibat lemahnya OTP berbasis SMS atau teknik phishing.

Teknologi yang selama ini dianggap aman justru menjadi pintu masuk paling sering bagi penipu. Sekali kode OTP jatuh ke tangan pelaku, akun korban bisa langsung diambil alih.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Narasumber, Bpkn

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Wajib Tau 3 Modus Penipuan Digital Terbesar: Negara Rugi Rp8,2 Triliun, Ini yang Harus Kamu Lakukan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!