Kamis, 22 MEI 2025 • 16:24 WIB

Kecelakaan Fatal Terjadi Saat Peluncuran Kapal Perang Baru Korea Utara

Author

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, menghadiri upacara peluncuran kapal perusak multifungsi baru, menurut laporan media pemerintah KCNA, yang berlangsung di Nampo, Korea Utara.

INDOZONE.ID - Upacara peluncuran kapal perang terbaru milik Angkatan Laut Korea Utara berubah menjadi insiden serius yang mengejutkan.

Kecelakaan peluncuran Kapal Perang Korea Utara ini terjadi saat peresmian kapal perusak baru berbobot 5.000 ton di pelabuhan Chongjin, Rabu, 21 Mei 2025.

Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, menyebut insiden tersebut sebagai tindakan “kriminal” akibat kelalaian yang tak bisa dibiarkan.

Baca Juga: 600 Tentara Korea Utara Dikabarkan Tewas Saat Berperang Membela Rusia

Dalam laporan resmi media pemerintah KCNA, disebutkan bahwa saat upacara berlangsung, bagian bawah kapal mengalami kerusakan parah hingga menyebabkan kapal kehilangan keseimbangan.

Insiden peluncuran Kapal Perang Baru Korut ini pun menodai momen yang semula dirancang untuk menunjukkan kemajuan kekuatan militer laut negeri itu.

KCNA menyalahkan "komando yang tidak berpengalaman dan kelalaian operasional" atas kejadian ini. Meski tidak dijelaskan apakah ada korban jiwa, kerusakan pada struktur kapal cukup signifikan.

Baca Juga: Rusia Dikabarkan Mulai Bangun Jembatan Jalan ke Korea Utara

Kapal Perang Korea Utara rusak saat diluncurkan tersebut menjadi sorotan karena langsung disaksikan oleh Kim Jong Un, yang mengutuk keras kelalaian para pejabat yang bertanggung jawab dan menjanjikan penanganan tegas dalam rapat pleno Partai bulan depan.

Kapal perang Korut kecelakaan ini diduga terjadi karena metode peluncuran samping yang dinilai sudah usang dan tidak lagi digunakan oleh militer modern, termasuk Korea Selatan.

Militer Korsel mengonfirmasi bahwa kapal tampak miring di air setelah gagal diluncurkan dengan benar.

Menurut pihak militer Korea Selatan, kapal ini mirip dengan Choe Hyon, kapal perusak kelas berat yang sebelumnya diluncurkan Korea Utara pada April lalu.

Saat itu, Kim Jong Un hadir bersama putrinya, Ju Ae, dalam seremoni yang diklaim sebagai peluncuran kapal dengan “persenjataan paling kuat”. Korea Utara juga menyatakan kapal tersebut akan mulai beroperasi awal tahun depan.

Namun, di balik megahnya klaim tersebut, analis mencurigai adanya dukungan teknologi dari Rusia dalam proses pembangunan kapal ini.

Analis Ahn Chan-il menyatakan bahwa karena Chongjin dekat dengan pelabuhan Vladivostok, sangat mungkin jika proyek ini melibatkan pihak Rusia.

Dugaan ini diperkuat dengan informasi bahwa Korea Utara telah mengirim pasukan untuk membantu Rusia dalam perang Ukraina, sebagai bagian dari kerja sama kedua negara.

“Peluncuran Kapal Perang Korut berujung malapetaka ini mungkin adalah sinyal bagi publik dalam negeri maupun pihak Rusia bahwa proyek kerja sama ini mengalami kendala,” ungkap Ahn.

Kim Jong Un telah menunjukkan ambisi besar untuk memperkuat kekuatan laut negaranya. Ia menegaskan bahwa pengembangan kapal perang, baik permukaan maupun kapal selam, menjadi bagian penting dari strategi pertahanan nasional.

Bahkan, Korea Utara mengklaim sedang mengembangkan drone bawah laut bersenjata nuklir yang dapat memicu “tsunami radioaktif”, meskipun banyak pengamat internasional masih meragukan kebenaran teknologi tersebut.

Di sisi lain, Amerika Serikat dan Korea Selatan terus meningkatkan kerja sama militer, termasuk kehadiran kapal induk dan kapal selam nuklir di kawasan untuk menghadapi potensi ancaman dari Korea Utara.

Pyongyang pun terus mengecam latihan militer gabungan tersebut sebagai bentuk latihan invasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Usatoday.com

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU