Selasa, 25 MARET 2025 • 09:27 WIB

Putri Mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte Yakin jika Ayahnya Tak Bersalah di ICC

Author

Mantan presiden Filipina Rodrigo Duterte berbicara di Stadion Southorn di Hong Kong dalam sebuah acara syukuran yang diselenggarakan oleh para pekerja Filipina pada tanggal 9 Maret 2025.

INDOZONE.ID - Mantan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, tetap yakin bahwa dirinya tidak memiliki kasus yang harus dijawab di Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).

Pernyataan ini disampaikan oleh putrinya, Sara Duterte, pada Minggu (23/3). Ia menegaskan bahwa ayahnya memiliki landasan hukum yang kuat untuk membela diri dalam kasus Duterte ICC yang saat ini tengah berjalan.

Sara Duterte, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden Filipina, mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan ayahnya sudah membaik setelah sebelumnya terlihat lelah dan linglung saat menghadiri sidang ICC Duterte yang pertama.

Baca Juga: Pejabat Filipina Bantah Koordinasi Penangkapan Rodrigo Duterte dengan ICC

"Dia sangat percaya diri dengan argumen hukumnya. Dia yakin bahwa proses ini tidak seharusnya terjadi dan bahwa tidak ada kasus yang dapat dibuktikan terhadapnya," ujar Sara kepada wartawan.

Rodrigo Duterte, yang kini berusia 79 tahun, menghadapi tuduhan ICC Duterte terkait kejahatan terhadap kemanusiaan dalam kebijakan "perang melawan narkoba" yang menyebabkan ribuan orang tewas.

Saat ini, ia ditahan di pusat penahanan di Den Haag sambil menunggu sidang konfirmasi dakwaan yang dijadwalkan pada 23 September. Pada sidang tersebut, Duterte akan memiliki kesempatan untuk membantah tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

Baca Juga: Mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte Hadiri Sidang Perdana di ICC Melalui Video

Sebelumnya, Duterte ditangkap di Manila dan diterbangkan ke Den Haag melalui Dubai. Dalam sidang perdananya dua hari kemudian, ia tampak lesu dan hampir tidak sadarkan diri.

Namun, Sara Duterte yang mengunjunginya pada Sabtu lalu menyatakan bahwa kondisi ayahnya kini lebih baik.

"Dia merasa lebih baik sekarang dan beruntung para dokter serta perawat di sana merawatnya dengan baik," katanya.

Salah satu keluhan utama dalam kasus Duterte ICC adalah soal makanan di pusat penahanan. Menurut Sara, ayahnya tidak terbiasa dengan makanan Belanda yang disajikan di tempat tersebut.

"Sekarang dia sudah mendapatkan nasi seperti yang kami minta. Nasinya dimasak dengan baik, sesuai dengan selera orang Filipina," ungkap Sara.

Selain itu, Duterte juga meminta pakaian pribadinya serta persediaan minuman cola diet. Pada hari Minggu, Sara Duterte berbicara di hadapan ribuan pendukung yang berkumpul di Malieveld, Den Haag.

Dalam aksi tersebut, para simpatisan meneriakkan slogan "bawa dia pulang", mengekspresikan keyakinan mereka bahwa Duterte telah "diculik" untuk dihadapkan ke ICC.

Sejumlah pengacara Duterte sebelumnya mengklaim bahwa proses penangkapannya tidak sah dan bahwa kondisi kesehatannya terlalu lemah untuk menghadiri persidangan.

Sementara itu, pemerintah Filipina telah membantah adanya koordinasi dengan ICC terkait penangkapan mantan presiden tersebut.

Meskipun menghadapi tuduhan berat, Duterte tetap bersikeras bahwa dirinya tidak bersalah.

"Duterte tak bersalah ICC, dan kami akan membuktikannya di pengadilan," tegas salah satu anggota tim hukumnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Channelnewsasia.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU