Erdogan Sebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kayak Adolf Hitler dalam Konflik Gaza
INDOZONE.ID - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyebut Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu seperti pemimpin Nazi Jerman, Adolf Hitler. Netanyahu dianggap telah memperlakukan orang-orang Palestina seperti Nazi dulu yang memperlakukan keji orang-orang Yahudi.
Melansir dari Reuters, Turki memang secara gamblang mendukung Palestina. Negara ini juga menyebut Israel sebagai 'Negara Teror', karena terus menyerang Palestina dan menewaskan 21 ribu jiwa di Gaza.
Turki juga diketahui mendukung resolusi dua negara dan mengatakan bahwa para pemimpin Israel harus diadili di pengadilan internasional atas kejahatan perang ini.
"Mereka dulu berbicara buruk tentang Hitler. Apa bedanya anda dari Hitler? Mereka membuat kita merindukan sosok Hitler. Apakah yang telah dilakukan oleh Netanyahu ini kurang dari apa yang dilakukan oleh Hiltler? Tidak!," ujar Erdogan.
Baca Juga: 8 Alasan Yahudi Ortodoks Memandang Israel dan Ideologi Zionisme sebagai Wabah
Erdogan mengungkap negaranya akan melindungi para akademisi yang mendapat teror setelah membagikan pandangan mereka tentang konflik Gaza.
Erdogan juga menyinggung keterlibatan Amerika dan para sekutunya dalam konflik ini. Dirinya menyebut negara-negara barat kini telah terlibat dalam kejahatan perang.
"Dia lebih kaya dari pada Hitler, dia mendapat dukungan dari Barat. Segala macam dukungan datang dari Amerika Serikat. Dan apa yang mereka lakukan dengan semua dukungan ini? Mereka membunuh lebih dari 20.000 warga Gaza," sambungnya.
Baca Juga: 5 Alasan NATO Bakal Ikut Terlibat dalam Perang Israel-Palestina
Menanggapi pernyataan ini, Netanyahu menyebut Erdogan sebaiknya jadi orang terakhir yang menggurui Israel.
"Erdogan telah melakukan genosida terhadap bangsa Kurdi, memegang rekor dunia karena memenjarakan wartawan yang menentang pemerintahannya," kata Netanyahu.
Penulis: Gina Nurulfadilah
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters