INDOZONE.ID - Amerika Serikat (AS) dan Iran tengah berunding untuk mencapai kesepakatan damai demi mengakhiri perang yang telah berlangsung sejak 28 Februari 2026.
Namun, kapan kesepakatan itu akan tercapai? Seorang pejabat Gedung Putih membeberkan kesepakatan baru akan tercapai jika Presiden AS, Donald Trump, menyetujuinya.
Menurut pejabat Gedung Putih itu, Trump hanya akan menerima kesepakatan yang pro pada Paman Sam. Itu diungkapkannya usai pertemuan selama dua jam di Ruang Situasi, Jumat 29 Mei 2026.
"Presiden Trump hanya akan membuat kesepakatan yang baik untuk Amerika dan memenuhi batasannya," kata pejabat itu kepada Anadolu, Jumat 29 Mei 2026, dikutip dari Antara, Sabtu (30/5/2026).
Baca juga: Iran Mau Setujui Kesepakatan Final tapi AS Gak Boleh Semena-mena
Dalam pertemuan itu, pihak Washington D.C. kembali menegaskan bahwa Iran tidak boleh punya senjata nuklir.
"Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir," tambah pejabat itu.
Salah satu poin dalam kesepakatan damai antara AS dan Iran adalah pihak Teheran tidak memiliki senjata nuklir. Selain itu, pembukaan Selat Hormuz untuk pelayaran komersial tanpa batasan juga jadi poin dalam pembahasan antara AS dan Iran.
AS Buka Peluang Serang Iran Lagi
Sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump, membuka peluang negaranya untuk menyerang Iran lagi jika pihak Teheran memaksa kesepakatan yang tidak menguntungkan Paman Sam.
Trump menegaskan, bahwa Paman Sam dalam posisi dominan dalam perundingan dengan Iran perihal perdamaian perang.
Diketahui, AS-Israel dan Iran berperang sejak 28 Februari 2026. Perang dimulai dengan serangan AS-Israel ke Iran yang dibalas pihak Teheran.
Menurut laporan Axios, yang dilansir dari Antara, berdasarkan informasi pejabat AS, Paman Sam dan Iran telah menyepakati rancangan kesepakatan berdurasi 60 hari.
Namun, Trump belum memberikan persetujuan akhir terkait perundingan perdamaian antara AS dengan Iran.
"Pada akhirnya, batasannya adalah kesepakatan yang tidak akan menguntungkan bagi kami, karena Anda tahu saya sedang menjalaninya dan kami akan lihat nanti; dan memang itu yang saya lakukan," jelas Trump kepada Fox News.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara