Presiden AS, Donald Trump. (REUTERS/Jonathan Ernst)
INDOZONE.ID - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, membuka peluang negaranya menyerang Iran lagi.
AS akan kembali menyerang Iran jika pihak Teheran memaksakan kesepakatan yang tidak menguntungkan bagi pihak Washington D.C.
Presiden AS, Donald Trump. (REUTERS/Kylie Cooper)
Trump menegaskan, bahwa Paman Sam dalam posisi dominan dalam perundingan dengan Iran perihal perdamaian perang.
Diketahui, AS-Israel dan Iran berperang sejak 28 Februari 2026. Perang dimulai dengan serangan AS-Israel ke Iran yang dibalas pihak Teheran.
Baca juga: Peringatan Keras Donald Trump: Tak Ada Negara yang Boleh Mengendalikan Selat Hormuz!
Menurut laporan Axios, yang dilansir dari Antara, Jumat (29/5/2026), berdasarkan pejabat AS, Paman Sam dan Iran telah menyepakati rancangan kesepakatan berdurasi 60 hari.
Namun, Trump belum memberikan persetujuan akhir terkait perundingan perdamaian antara AS dengan Iran.
"Pada akhirnya, batasannya adalah kesepakatan yang tidak akan menguntungkan bagi kami, karena Anda tahu saya sedang menjalaninya dan kami akan lihat nanti; dan memang itu yang saya lakukan," kata Trump kepada Fox News.
Trump mengakui Iran merupakan negosiator ulung. Bahkan, ia menyebut Iran dengan sebutan licik. Meski begitu, Trump menegaskan AS memegang kendali karena punya semua kartu Iran.
"Saya bernegosiasi, mereka bernegosiasi, mereka negosiator yang sangat baik, mereka licik; tetapi pada akhirnya, kami yang memegang semua kartu," ujarnya.
AS telah memblokade Selat Hormuz sejak Senin 13 April 2026 lalu. Angkatan Laut Paman Sam mengetatkan penjagaan kapal yang melalui, baik masuk maupun keluar, pelabuhan Iran di kedua sisi Selat Hormuz.
Baca juga: Donald Trump Minta Uranium Iran Diserahkan ke AS atau Dimusnahkan
AS menyatakan kapal non-Iran tetap bebas melintasi Selat Hormuz jika tidak membayar sepeser pun kepada pihak Teheran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara