Sabtu, 16 MEI 2026 • 12:19 WIB

Donald Trump Klaim AS dan China Sama-sama Tidak Mau Iran Punya Senjata Nuklir

Author

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan di Beijing, China. (REUTERS/Evan Vucci)

INDOZONE.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membeberkan hasil pembicaraannya dengan Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan mereka di Zhongnanhai, Beijing, China, Jumat 15 Mei 2026.

Ia mengklaim AS dan China punya kesamaan pandangan, yaitu tidak mau Iran memiliki senjata nuklir. Trump mengungkapkannya dalam video yang disiarkan oleh televisi pemerintah China.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump salaman dengan Presiden China Xi Jinping. (Kenny Holston/Pool via REUTERS)

"Kami juga membahas Iran. Pandangan kami mengenai Iran sangat mirip, kami ingin hal itu berakhir. Kami tidak ingin mereka memiliki senjata nuklir," kata Trump, dikutip dari Antara, Sabtu (16/5/2026).

Trump juga menjelaskan, bahwa AS dan China punya keinginan yang sama, yaitu Selat Hormuz tetap terbuka. Kini, Selat Hormuz dijaga ketat Iran dan diblokade oleh AS.

Baca juga: Trump Harap Hubungan AS-China Menguat Jelang Hari Kedua Pertemuan dengan Xi Jinping

"Kami ingin selat (Hormuz) tetap terbuka. Saat ini kami sedang menutupnya. Mereka menutupnya, dan kami menutupnya lagi terhadap mereka. Namun, kami ingin selat itu terbuka, dan kami ingin mereka mengakhiri persoalan ini, karena situasi di sana kacau, agak kacau," tambah Trump.

Selain itu, Trump menyampaikan dirinya dan Xi membahas banyak hal lain. Ia menyebut akan ada pembahasan lanjutan di antara mereka dengan kelompok yang lebih besar.

"Dan saya kira kami sangat sependapat. Kami akan melanjutkan pembahasan lebih lanjut sekarang bersama kelompok yang lebih besar," tambah Trump.

Bahkan, Trump mengaku telah menjalin hubungan baik dengan Xi dan seluruh perwakilannya. Ia merasa terhormat berada di China.

"Kami telah menjalin hubungan yang bersahabat dengan mereka semua. Mereka orang-orang hebat, merupakan suatu kehormatan berada di sini," ungkap Trump.

Tak lupa, Trump berterima kasih atas sambutan baik yang diterimanya dari pihak Beijing. Trump menyebut akan menjamu balik Xi saat berkunjung ke AS, karena kunjungan ini bersifat timbal balik.

Baca juga: Donald Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Harus Tetap Buka

"Kami akan menunjukkan semuanya (di Amerika) secara terbuka, dan mudah-mudahan Anda akan punya kesan yang sangat baik, seperti saya yang sangat terkesan dengan China. Saya hanya ingin mengakhiri dengan mengucapkan terima kasih banyak. Ini benar-benar menjadi dua hari yang luar biasa. Terima kasih banyak," jelasnya.

Dalam kunjungan ke China, Trump berkesempatan melakukan tur privat bersama Xi ke Zhongnanhai, kompleks pemerintahan dan kepemimpinan tertinggi di China yang menggabungkan kantor presiden, kantor perdana menteri maupun kantor dan kediaman para elite Partai Komunis China yang tertutup untuk publik dengan keamanan super ketat.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi salam kepada Presiden Republik Rakyat China Xi Jinping pada 14 Mei 2026 di Beijing, China. (Reuters/Kenny Holston)

China Harap Hubungan Bilateral Stabil dan Konstruktif

Sementara itu, kantor berita pemerintah China, Xinhua News Agency, menyatakan hubungan bilateral stabil dan konstruktif jadi fokus kedua negara. Ini sebagai panduan hubungan strategis kedua negara untuk tiga tahun ke depan dan seterusnya.

Baca juga: Dubes Sebut Donald Trump Lakukan Miskalkulasi Besar dengan Serang Iran

Namun, Xinhua juga menjelaskan, bahwa Xi menekankan betapa pentingnya isu Taiwan ditangani dengan baik supaya hubungan kedua negara tetap baik sehingga tidak menimbulkan konflik.

Xi disebutkan juga memberi penegasan, bahwa hubungan China dan AS bersifat saling menguntungkan satu sama lain.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU