Jumat, 15 MEI 2026 • 13:47 WIB

Menlu Iran Tegaskan Negaranya Tak Akan Menyerah oleh Ancaman

Author

Ilustrasi rudal iran. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)

INDOZONE.ID - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan negaranya tidak akan menyerah dari tekanan atau ancaman. Pernyataan itu dikeluarkan di tengah perang Iran dengan Amerika Serikat (AS)-Israel.

Selain itu, Menlu Araghchi juga mengatakan, bahwa tidak ada solusi militer untuk masalah yang melibatkan pihak Teheran.

Menlu Iran, Seyed Abbas Araghchi. (Instagram/@araghchi)

Menlu Araghchi mengutarakan itu dalam pertemuan menteri luar negeri (menlu) BRICS 2026 yang mengusung tema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability” di New Delhi, India, pada Kamis 14 Mei 2026.

Pertemuan BRICS 2026 ini turut diikuti oleh Brasi, Rusia, China, Afrika Selatan, Mesir, Etiopia, Uni Emirat Arab (UEA), Iran, Indonesia, dan tuan rumah India.

Baca juga: Dubes Sebut Donald Trump Lakukan Miskalkulasi Besar dengan Serang Iran

Menurut laporan Kantor Berita Fars, dalam pertemuan itu, Menlu Araghchi juga menjelaskan bahwa Iran sudah dua kali jadi sasaran agresi AS-Israel dalam kurun waktu kurang dari setahun.

"Sekarang harus jelas bagi semua orang bahwa Iran tidak terkalahkan dan setiap kali berada di bawah tekanan, Iran muncul lebih kuat dan lebih bersatu dari sebelumnya," kata Araghchi.

Tak lupa, Menlu Araghchi menegaskan siap membela kebebasan, kedaulatan, dan integritas wilayahnya dengan kekuatan penuh. Akan tetapi, ia menegaskan, bahwa Iran tetap berkomitmen penuh pada diplomasi.

"Seperti yang telah berulang kali saya tekankan, tidak ada solusi militer untuk masalah apa pun yang berkaitan dengan Iran. Kami, rakyat Iran, tidak akan menyerah pada tekanan atau ancaman apa pun, tetapi kami akan merespons dengan hormat," ucapnya.

Menlu Araghchi menyatakan Iran bukanlah agresor, melainkan pencinta damai yang tidak ingin perang. Karena merupakan pihak yang dirugikan, Iran siap merespons dengan maksimal dengan menghancurkan agresor asing.

"Dalam situasi yang memalukan ini, kami bukanlah agresor, melainkan pihak yang dirugikan dan haknya dilanggar," ujar Araghchi.

Kapan Perang AS-Israel dengan Iran Berakhir

Perang antara AS-Israel dengan Iran yang dimulai sejak 28 Februari lalu, telah merugikan banyak pihak, terutama Teheran. 

Baca juga: Tegas, Iran Larang Senjata AS Dikirim via Selat Hormuz

Bahkan, Iran kehilangan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei pada serangan pertama AS-Israel kepada pihak Teheran.

Posisi Ali Khamenei pun digantikan oleh putra keduanya, Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei.

Iran tidak tinggal diam dengan serangan AS-Israel. Pihak Teheran menyerang balik wilayah Israel dan sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Menlu Iran, Abbas Araghchi. (REUTERS/Denis Balibouse)

Perang AS-Israel dengan Iran pun berdampak global. Sebab, aksi Iran mengetatkan penjagaan di Selat Hormuz, jalur maritim paling aktif dengan 20 persen pasokan minyak dan gas dunia melaluinya, membuat harga energi melonjak.

Gencatan senjata telah diberlakukan sejak 8 April 2026, tapi itu tidak akan berarti tanpa ada perdamaian. Kini, semua pihak menunggu akhir dari perang AS-Israel dengan Iran.

Teranyar, Iran mengajukan lima syarat kepada AS sebelum pihak Teheran mau melakukan perundingan. Sebelumnya, pertemuan kedua belah pihak pada 11 dan 12 April lalu, tidak membuahkan perdamaian.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU