INDOZONE.ID - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, percaya diri banget bisa mengalahkan Iran dengan mudah.
Ia bahkan sesumbar, bahwa AS bisa menghancurkan Iran dalam semalam. Ia memprediksi itu bisa terjadi paling cepat pada 7 April 2026, waktu setempat.
Trump mengungkapkan kepercayaan dirinya tersebut dalam konferensi pers di Gedung Putih,
"Seluruh negara (Iran) dapat dihancurkan dalam satu malam, dan malam itu mungkin besok malam," kata Trump, dikutip dari Antara, Selasa (7/4/2026).
Sebelumnya, Donald Trump juga telah memberi ancaman kepada Iran pada 30 Maret 2026. Jika kesepakatan damai tidak tercapai dengan Iran, ia mengatakan akan meledakkan dan melenyapkan semua pembangkit listrik, sumur minyak, Pulau Kharg, dan pabrik desalinasi milik pihak Teheran.
Baca juga: Korea Utara Jaga Jarak dengan Iran Demi Buka Peluang Dialog ke AS
Trump kembali mengulang ancamannya terhadap Iran, pada Minggu 5 April 2026. Ia menegaskan bakal ika pihak Teheran tetap menutup jalur perairan strategis Selat Hormuz untuk pihak agresor dan yang terkait dengannya.
Sejak serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026, pihak Teheran tidak tinggal diam. Iran menyerang sejumlah kota Israel dan pangkalan militer Negara Paman Sam di Timur Tengah.
Selain itu, Iran pun memperketat keamanan di Selat Hormuz yang jadi jalur maritim paling aktif di dunia. Tindakan itu turut mempengaruhi rantai pasok global sehingga harga berbagai barang impor naik secara signifikan, terutama minyak dan gas.
Kamu harus tahu, Selat Hormuz merupakan jalur maritim yang dilintasi sekira 20 persen perdagangan minyak dan gas alam secara global.
Dialog Gencatan Senjata
Menilik perkembangan perang dengan AS-Israel, Iran memberi respons positif terhadap usulan gencatan senjata dari para mediator.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyatakan negaranya telah mempersiapkan tanggapan untuk usulan tersebut.
Namun, Kementerian Luar Negeri Iran membantah telah terjadi dialog produktif dengan AS, seperti yang diungkap pihak Washington DC sebelumnya. Iran menegaskan, bahwa menerima pesan melalui perantara soal keinginan AS memulai dialog untuk mengakhiri perang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara