INDOZONE.ID - Korea Utara disebut-sebut mulai menjaga jarak dengan Iran. Langkah ini diyakini sebagai strategi Pyongyang untuk membuka kembali dialog diplomatik dengan Amerika Serikat.
Badan intelijen Korea Selatan atau National Intelligence Service (NIS) menyampaikan temuan ini pada Minggu (6/4/2026).
NIS melihat tidak ada tanda-tanda pengiriman senjata maupun logistik dari Pyongyang ke Teheran.
Hubungan Korea Utara dan Iran memang selama ini cukup erat. Namun sejak perang AS-Israel melawan Iran dimulai akhir Februari lalu, sikap Kim Jong Un terlihat berubah.
Baca juga: Serangan Israel Kembali Makan Korban, Kini Kepala Intelijen IRGC Majid Khademi Dilaporkan Tewas
Tidak Ada Kiriman Senjata, Pernyataan Resmi Minim
Anggota parlemen Korea Selatan, Park Sun-won, mengungkapkan hal itu setelah menghadiri pengarahan tertutup NIS.
Menurutnya, Pyongyang sama sekali belum mengirim bantuan apapun ke Tehran sejak perang pecah.
Yang menarik, pernyataan resmi Korea Utara soal konflik Iran juga terbilang minim.
Dibandingkan Rusia dan China yang kerap mengeluarkan kecaman, Pyongyang hanya merilis dua pernyataan bernada cenderung hati-hati.
Korea Utara memang mengecam serangan AS dan Israel ke Iran sebagai tindakan ilegal.
Baca juga: Pilot F-15E AS Dievakuasi ke Kuwait, Operasi Penyelamatan Diwarnai Beda Klaim AS dan Iran
Namun anehnya, Pyongyang tak mengirim belasungkawa resmi atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Tak ada juga ucapan selamat saat putra Khamenei, Mojtaba Khamenei, menggantikan posisi ayahnya. Sikap dingin ini sangat kontras dengan hubungan kedua negara sebelumnya.
Strategi Pyongyang Menanti Babak Baru dengan AS
NIS menilai sikap hati-hati ini adalah kalkulasi politik Kim Jong Un. Pyongyang disebut sedang memposisikan diri untuk membuka babak diplomasi baru dengan Amerika Serikat.
Baca juga: Indonesia Dorong PBB Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Usai Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon
Harapan mereka, begitu konflik Timur Tengah mereda, pintu dialog dengan Washington bisa kembali terbuka. Korea Utara tampaknya tak ingin hubungannya dengan Iran menjadi penghalang.
Langkah ini memperlihatkan prioritas Pyongyang saat ini. Membangun kembali komunikasi dengan AS dinilai lebih penting daripada mempertahankan aliansi lama dengan Tehran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Al Jazeera