INDOZONE.ID - Mesin cakar biasanya dikenal sebagai "penipuan" yang tidak berbahaya. Anda membuang beberapa koin, gagal menangkap boneka, lalu melanjutkan hidup.
Tapi sebuah pusat permainan di Shenzhen, Cina, membawa konsep ini ke level yang sangat keliru.
Vidio dan foto yang viral menunjukkan sebuah mesin cakar di Yuekong City diisi dengan hamster hidup.
Hewan-hewan kecil itu terlihat meringkuk ketakutan di sudut mesin sambil berusaha menghindari cakar logam yang dioperasikan oleh pengunjung yang mencoba menangkap mereka.
Baca juga: Perang Iran-Israel Makin Panas: Serangan Baru Saling Balas, Krisis Energi Global Menganga
Hewan dalam Tekanan Berat
Para ahli menyebut lingkungan seperti itu sangat tidak cocok untuk hamster.
Hewan pengerat ini tidak bisa mentoleransi lampu terang, keramaian, kebisingan, dan benda logam asing yang tiba-tiba jatuh dari atas.
Ruang yang sempit dan kontak berulang dengan cakar logam memicu stres berat pada hewan.
Yang lebih parah, ketika pusat permainan tutup selama liburan Festival Musim Semi Februari lalu, tak ada yang bertugas memberi makan hamster-hamster itu.
Baca juga: Dari Beirut hingga Gaza, Kisah Getir Warga Timur Tengah Rayakan Idul Fitri di Tengah Kecamuk Perang
Solusi yang Justru Lebih Konyol
Setelah mendapat kecaman luas, pengelola akhirnya menghapus mesin hamster.
Tapi mereka menggantinya dengan sesuatu yang tidak kalah mengerikan: mesin berisi ikan hidup dan kura-kura kecil.
Seorang staf mengatakan toko mereka "tidak diizinkan memelihara hamster."
Sementara pengacara Zhang Zi'ang menyebut bisnis itu mungkin melanggar Undang-Undang Pencegahan Epidemi Hewan Cina karena tidak memiliki izin yang tepat untuk hewan hidup.
Artinya, masalah utama yang dilihat pengelola adalah urusan perizinan, bukan karena menjadikan makhluk hidup sebagai hadiah permainan adalah tindakan biadab.
Baca juga: Kilang Minyak Israel Kena Rudal Iran, Infrastruktur Penting Rusak
Celaka Hukum yang Masih Berlubang
Kasus ini menyoroti kelemahan besar di Cina: belum adanya undang-undang kesejahteraan hewan nasional yang melindungi hewan kecil, hewan ternak, dan hewan peliharaan dari kekejaman.
Ketika orang-orang melapor ke saluran pengaduan setempat, mereka diberitahu bahwa pejabat tidak bisa berbuat banyak.
Kesenjangan hukum ini memberikan ruang bagi bisnis untuk memperlakukan hewan sebagai properti sekali pakai—sampai kemarahan publik memaksa mereka mengubah kebijakan.
Pengelola arcade telah melaporkan bahwa mereka sekarang telah menyingkirkan semua hewan hidup.
Baca juga: Sempat Lontarkan Kritik karena Enggan Bantu AS, Donald Trump Sebut NATO Kini Lebih Baik
Tapi fakta bahwa praktik semacam ini bisa terjadi dan bertahan selama berminggu-minggu menunjukkan betapa jauhnya perlindungan hewan di tempat itu masih perlu diperjuangkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Vice.com