INDOZONE.ID - Pernyataan kontroversial kembali muncul dari pejabat tinggi Amerika Serikat.
Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, dalam wawancara dengan komentator konservatif Tucker Carlson yang tayang Jumat (20/2/2026), mengisyaratkan bahwa pihaknya tidak akan keberatan jika Israel memperluas wilayahnya hingga mencakup sebagian besar Timur Tengah.
Pernyataan ini muncul saat Carlson mengangkat janji dalam teks agama yang menyebut tanah untuk keturunan Abraham membentang dari Sungai Efrat di Irak hingga Sungai Nil di Mesir.
Wilayah seluas itu secara geografis akan mencakup Lebanon, Suriah, Yordania, dan sebagian Arab Saudi saat ini.
Baca juga: Menlu Indonesia dan AS Komitmen Bentuk Kemitraan Strategis: Dukungan untuk Palestina
"Saya rasa tidak masalah jika mereka mengambil semuanya," ujar Huckabee yang ditunjuk Presiden Donald Trump tahun lalu.
Meski Carlson tampak terkejut, Huckabee kemudian menyebut pernyataannya itu "agak hiperbolis".
Namun, ia tetap membuka pintu bagi ekspansionisme Israel berdasarkan interpretasi agamanya.
"Jika mereka pada akhirnya diserang oleh semua tempat ini, dan mereka memenangkan perang itu, dan mereka mengambil tanah itu, oke, itu diskusi yang sama sekali berbeda," tambahnya.
Baca juga: Trump Ultimatum Iran agar Capai Kesepakatan Nuklir dalam 10 Hari: Jika Tidak, Hal Buruk Akan Terjadi
Kontroversi di Tengah Prinsip Hukum Internasional
Pernyataan Huckabee ini secara langsung bertentangan dengan prinsip fundamental hukum internasional pasca-Perang Dunia II, yaitu integritas teritorial dan larangan akuisisi tanah dengan kekerasan.
Mahkamah Internasional (ICJ) bahkan pada 2024 telah memutuskan bahwa pendudukan Israel atas wilayah Palestina adalah ilegal dan harus segera diakhiri.
Saat ini, Israel tercatat masih menduduki sejumlah wilayah:
- Dataran Tinggi Golan di Suriah, yang dianeksasi secara ilegal pada 1981 dan hanya diakui oleh AS.
Baca juga: Trump Ultimatum Iran agar Capai Kesepakatan Nuklir dalam 10 Hari: Jika Tidak, Hal Buruk Akan Terjadi
- Lima pos militer di dalam wilayah Lebanon pasca-perang dengan Hezbollah pada 2024.
Di dalam negeri Israel sendiri, ide "Greater Israel" atau "Israel Raya" dengan perbatasan yang diperluas memang secara terbuka digaungkan oleh sejumlah politisi, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Menteri Keuangan Bezalel Smotrich bahkan pernah memicu kemarahan internasional pada 2023 karena berbicara di depan peta yang memasukkan wilayah Palestina, Lebanon, Suriah, dan Yordania sebagai bagian dari Israel.
Serangan terhadap Pengadilan Internasional
Dalam wawancara yang sama, Huckabee juga melontarkan kritik terhadap Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dan ICJ.
Ia menyebut kedua lembaga tersebut sebagai "organisasi nakal" dan mendukung upaya pemerintahan Trump untuk menyingkirkannya.
Baca juga: Karena Ludah, Warga Sukabumi Jadi Korban Begal: Motor Raib di Jakpus
Hal ini dipandang sebagai upaya melindungi Israel dari kemungkinan tuntutan atas pelanggaran hukum internasional.
Departemen Luar Negeri AS sendiri hingga kini belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar Al Jazeera mengenai apakah Menteri Luar Negeri Marco Rubio memiliki pandangan yang sama dengan Huckabee.
Pernyataan sang duta besar ini pastinya akan menambah ketegangan di kawasan yang sudah rapuh, serta menuai kecaman dari negara-negara Arab dan komunitas internasional yang menjunjung tinggi piagam PBB dan kedaulatan wilayah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Aljazeera.com