Sabtu, 14 FEBRUARI 2026 • 09:05 WIB

AS Longgarkan Sanksi, Raksasa Minyak Dunia Kembali Boleh Garap Venezuela

Author

Ilustrasi kilang minyak. (PIXABAY/GDJ)

INDOZONE.ID - Pemerintah Amerika Serikat resmi melonggarkan sanksi di sektor energi Venezuela, Jumat (13/2/2026). 

Dua izin khusus atau general license diterbitkan, membuka keran bagi perusahaan energi global untuk kembali beroperasi dan berinvestasi di negara OPEC tersebut.

Izin pertama secara spesifik diberikan kepada lima raksasa minyak: Chevron, BP, Eni, Shell, dan Repsol. 

Mereka kini diizinkan melanjutkan operasi minyak dan gas yang sempat terhenti akibat sanksi. 

Baca juga: Mural Ikonik Penang Dipakai di Badan Pesawat, Seniman Gugat AirAsia

Izin kedua bersifat lebih luas, memungkinkan perusahaan dari berbagai negara untuk menegosiasikan kontrak investasi baru di sektor migas Venezuela—dengan catatan tidak melibatkan entitas dari Rusia, Iran, atau China.

Babak Baru Pasca-Maduro

Langkah ini merupakan pelonggaran sanksi terbesar sejak pasukan AS menangkap dan menyingkirkan Presiden Nicolas Maduro bulan lalu. 

Washington kini mengendalikan hasil penjualan minyak Venezuela hingga negara tersebut membentuk "pemerintahan yang representatif." 

Menteri Energi AS, Chris Wright, mengungkapkan penjualan minyak pasca-penangkapan Maduro telah mencapai 1 miliar dolar AS dan diperkirakan akan bertambah 5 miliar dolar AS dalam beberapa bulan ke depan.

Baca juga: Terima 3.000 Tahanan ISIS dari Suriah, Irak Minta Bantuan Dana Internasional

Pelonggaran ini membalikkan kebijakan sanksi yang pertama kali diterapkan Trump pada 2019. 

Kini, di periode keduanya, Trump justru mendorong investasi besar-besaran. 

Ia menargetkan komitmen investasi senilai 100 miliar dolar AS dari perusahaan energi di Venezuela.

Exxon dan Conoco Masih Wait and See

Meski pintu terbuka, tak semua perusahaan langsung antre. Exxon Mobil dan ConocoPhillips, yang asetnya disita pemerintah Venezuela di era Hugo Chavez pada 2007, masih menunjukkan keengganan. 

Dalam pertemuan dengan Trump bulan lalu, CEO Exxon Darren Woods blak-blakan menyebut Venezuela saat ini "uninvestable" (tidak layak investasi). 

Namun Wright mengklaim Exxon kini tengah berunding dengan pemerintah Venezuela dan mengumpulkan data sektor minyak.

Baca juga: Pengadilan Inggris Batalkan Status "Organisasi Teroris" untuk Kelompok Pro-Palestina

Kendati peluang investasi menggiurkan, risiko politik dan hukum masih membayangi. 

Pertanyaan besar kini: akankah perusahaan energi global kembali berlomba ke Venezuela, atau tetap wait and see sampai kepastian politik benar-benar terwujud?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU