Presiden interim Venezuela, Delcy Rodríguez. (REUTERS/Leonardo Fernandez Viloria)
INDOZONE.ID - Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez menetapkan masa berkabung nasional selama tujuh hari setelah penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro oleh militer Amerika Serikat.
Dalam pernyataannya, Rodriguez mengatakan masa berkabung bertujuan untuk menghormati anggota militer Venezuela yang tewas dalam operasi tersebut.
Menurut otoritas resmi, sedikitnya 24 petugas keamanan Venezuela tewas dalam operasi militer AS yang dilakukan pada akhir pekan lalu.
Baca juga: Presiden Venezuela Nicolas Maduro Terancam 4 Hukuman Penjara Seumur Hidup di AS
Selain itu, 32 personel militer dan kepolisian Kuba yang bertugas di Venezuela juga tewas.Pemerintah Kuba bahkan telah menetapkan dua hari berkabung nasional atas kematian personelnya.
Rodríguez, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden sejak 2018, dilantik sebagai presiden sementara pada Senin setelah mendapatkan dukungan dari Mahkamah Agung dan angkatan bersenjata Venezuela.
Diketahui, militer AS berhasil menangkap Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores pada Sabtu (3/1/2026) waktu setempat.
Keduanya diketahui telah masuk dalam dakwaan federal Amerika Serikat dengan tuduhan konspirasi narkoterorisme, konspirasi penyelundupan kokain, serta dua dakwaan terkait kepemilikan senjata ilegal.
Baca juga: Menlu AS: Operasi di Venezuela Bukan Aksi Invasi, tapi Penegakan Hukum!
Sebelum Maduro dan istrinya ditangkap, AS lebih dulu menyerang ibu kota Venezuela, Caracas dan sejumlah lokasi lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Greekcitytimes