Bendera ISIS. (REUTERS/Ali Hashisho)
INDOZONE.ID - Sekitar 3.000 tahanan yang terkait dengan kelompok Islamic State (ISIS) telah dipindahkan dari penjara-penjara di Suriah ke Irak.
Menteri Luar Negeri Irak, Fuad Hussein, mengungkapkan bahwa proses transfer masih terus berlangsung dan negaranya saat ini tengah berdiskusi dengan sejumlah negara untuk segera memulangkan para tahanan tersebut ke negara asal mereka.
Pernyataan itu disampaikan Hussein dalam wawancara eksklusif dengan Reuters di sela-sela Konferensi Keamanan Munich, Jumat (13/2/2026).
Ia menegaskan bahwa Baghdad membutuhkan lebih banyak bantuan keuangan untuk menangani lonjakan jumlah tahanan ini.
Baca juga: Pengadilan Inggris Batalkan Status "Organisasi Teroris" untuk Kelompok Pro-Palestina
Tak hanya itu, ia juga memperingatkan adanya peningkatan aktivitas ISIS di Suriah belakangan ini.
Peringatan Menlu Irak ini menjadi sinyal bahwa meski secara teritorial telah dikalahkan, sel-sel tidur ISIS masih bergerak di kawasan.
Pemindahan ribuan tahanan ke Irak menunjukkan kekhawatiran serius atas keamanan penjara-penjara di Suriah pasca ketidakstabilan politik di negara tersebut.
Hussein tidak merinci negara mana saja yang menjadi mitra diskusi untuk repatriasi.
Namun langkah ini menjadi krusial mengingat banyaknya foreign terrorist fighters (FTF) dari berbagai negara yang bergabung dengan ISIS selama konflik Suriah memuncak.
Baca juga: Cina Resmi Masuk Klub Negara Energi Bersih, AS Justru Balik Arah ke Fosil
Dalam kesempatan yang sama, Hussein juga merespons isu pencalonan kembali mantan Perdana Menteri Nouri al-Maliki.
Ia menegaskan bahwa meskipun Baghdad mendengar sinyal dari Amerika Serikat terkait hal ini, keputusan tersebut murni masalah internal Irak.
Pernyataan ini muncul di tengah dinamika politik Irak yang kompleks pasca pemilu, di mana berbagai faksi berebut pengaruh di parlemen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters