Jumat, 13 FEBRUARI 2026 • 07:25 WIB

Hujan Rudal dan Drone Rusia Matikan Listrik Warga Kyiv, Odesa hingga Dnipro

Author

Ilustrasi serangan udara (KCNA via REUTERS)

INDOZONE.ID - Rusia kembali melancarkan serangan udara besar-besaran ke Ukraina pada Kamis (12/2/2026). 

Kombinasi rudal balistik dan drone menghujani sejumlah kota besar, memutus aliran listrik, air, dan pemanas bagi puluhan ribu warga di tengah musim dingin yang membekukan.

Serangan semalam itu menghantam Kyiv, Odesa, Dnipro, dan Lozova. 

Ukraina mencatat Rusia meluncurkan 24 rudal balistik, satu rudal jelajah, dan 219 drone. 

Pasukan pertahanan udara Ukraina dikabarkan berhasil menembak jatuh 16 rudal dan 197 drone, namun sejumlah serangan tetap mencapai sasaran.

Baca juga: Israel Resmi Gabung Dewan Perdamaian Bentukan Trump, Sidang Perdana Bahas Rekonstruksi Gaza

Warga Kyiv Kedinginan Tanpa Listrik dan Air

Di ibu kota Kyiv, Wali Kota Vitali Klitschko melaporkan sekitar 3.500 apartemen kehilangan pasokan pemanas. 

Dari jumlah itu, hampir 2.600 di antaranya adalah bangunan yang baru terputus akibat serangan kali ini, ditambah 1.100 bangunan yang sudah terdampak sejak serangan sebelumnya. 

Perusahaan energi swasta DTEK menyebut lebih dari 100.000 keluarga mati listrik. 

Mereka memastikan salah satu pembangkit listrik tenaga panas miliknya menjadi sasaran, meski enggan merinci lokasinya.

Ledakan juga merusak sebuah bangunan tempat tinggal. Dua orang dilaporkan terluka dalam insiden di Kyiv tersebut.

Baca juga: Bangladesh Gelar Pemilu Bersejarah Pasca-Revolusi Gen Z, 128 Juta Warga Tentukan Nasib

Odesa dan Dnripro Ikut Lumpuh

Situasi tak kalah genting terjadi di Odesa. Gangguan pasokan listrik akibat serangan membuat hampir 300.000 orang kehilangan akses air bersih. 

Wakil Perdana Menteri Oleksiy Kuleba mengungkapkan, nyaris 200 bangunan di kota pelabuhan strategis di Laut Hitam itu ikut kehilangan pemanas. 

Kepala administrasi militer Serhiy Lysak menambahkan, serangan juga merusak sebuah gedung apartemen dan memicu kebakaran di salah satu pasar kota hingga meludeskan kios-kios. 

Satu orang cedera dalam peristiwa itu.

Baca juga: Jalan-Jalan Tua di Inggris Sebabkan Kerugian Ekonomi Miliaran Poundsterling

Di Dnipro, kota industri di tenggara Ukraina, serangan gabungan rudal dan drone melukai empat orang. 

Gubernur setempat Oleksandr Ganzha menyebut korban termasuk seorang bayi laki-laki dan anak perempuan berusia empat tahun. 

Sementara itu, di pusat perkeretaapian Lozova yang berada di wilayah Kharkiv, serangan rudal menewaskan dua orang dan melukai enam lainnya, demikian menurut keterangan jaksa setempat.

Serangan Dinilai Hantam Upaya Damai

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha mengecam keras serangan ini. 

Baca juga: Api dalam Sekam di Balik Gempita Peringatan 47 Tahun Revolusi Iran

Ia menilai aksi Rusia justru melemahkan inisiatif perdamaian yang dipimpin Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung empat tahun.

"Setiap serangan seperti ini adalah pukulan bagi upaya perdamaian untuk mengakhiri perang. Rusia harus dipaksa agar serius berdialog dan melakukan de-eskalasi," tegas Sybiha di akun X-nya.

Sejauh ini, perundingan tiga pihak yang difasilitasi AS antara Ukraina dan Rusia belum mampu menjembatani perbedaan mendasar. 

Moskow justru terus melancarkan ofensif di garis depan dan serangan brutal ke kota-kota Ukraina. 

Baca juga: Tragedi Penembakan Guncang Kota Kecil Kanada: Pelaku Tewaskan 8 Orang Termasuk Ibu dan Adik Tiri

Kremlin selama ini membantah sengaja menargetkan warga sipil, meski serangannya telah membunuh ribuan rakyat biasa sejak invasi skala penuh dimulai Februari 2022.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU