Rabu, 20 AGUSTUS 2025 • 14:26 WIB

Australia Balas Benjamin Netanyahu: Kekuatan Tak Diukur dari Seberapa Banyak Ledakan dan Anak yang Kelaparan

Author

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memberikan pernyataan saat mengunjungi lokasi Institut Sains Weizmann yang terkena serangan rudal Iran, di kota Rehovot, wilayah tengah Israel, pada 20 Juni 2025. (New York Post)

INDOZONE.ID - Ketegangan diplomatik antara Australia dan Israel semakin memanas. Perselisihan ini menandai memburuknya hubungan diplomatik kedua negara.

Eskalasi anyar berawal dari serangan keras Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, terhadap Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, di media sosial, pada Selasa (19/08/2025) kemarin. 

Dalam unggahannya di X, Netanyahu menulis: “Sejarah akan mengingat Albanese sebagaimana dirinya sebenarnya: seorang politikus lemah yang mengkhianati Israel dan meninggalkan komunitas Yahudi Australia”.

Sehari sebelumnya, Senin (18/08/2025), Netanyahu juga menulis surat kepada Albanese menuduhnya telah menuangkan, “bahan bakar ke dalam api antisemitisme ini”. 

Baca juga: Mau Nyolong Start, Israel Siapkan Operasi Duduki Kota Gaza

Dalam surat yang dibagikan di media sosial oleh Australian Jewish Association ini, Netanyahu juga menuduh bahwa terdapat banyak “kebencian terhadap Yahudi yang kini berkeliaran di jalanan (Australia)”. 

Serangan keras oleh Netanyahu terhadap Albanese muncul tak lama setelah keputusan pemerintah Australia pada Senin (18/08/2025), yang menolak visa Simcha Rothman. 

Ia merupakan anggota parlemen Israel dari partai garis keras Mafdal-Religious Zionism, sekaligus anggota koalisi Netanyahu, yang dikenal atas pernyataan kontroversialnya menyebut anak-anak Gaza sebagai “musuh Israel. 

Visa yang akan dipergunakan untuk melaksanakan tur pidato di Australia ini ditolak karena alasan perlindungan komunitas Palestina dan Muslim di Australia dari pandangan diskriminatif. 

Baca juga: Kim Yo Jong Sebut Korsel Bermuka Dua soal Latihan Militer

Beberapa jam kemudian, respon Israel atas hal ini semakin keras. Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, mengumumkan pencabutan visa diplomat Australia yang bertugas di Otoritas Palestina (PA). 

Hal ini mengakibatkan hubungan diplomatik Australia-PA terhambat karena staf perwakilan Australia tak lagi bisa bekerja di wilayah Palestinian Authority (PA). 

Pada Rabu (20/08/2025) siang, Albanese mengatakan bahwa ia tak akan menganggap komentar Netanyahu terhadapnya sebagai komentar personal. 

Menteri Dalam Negeri Australia, Tony Burke, dalam wawancara dengan penyiar nasional Australia pada Rabu (20/08/2025), membalas serangan Benjamin Netanyahu. 

Baca juga: Gedung Putih Luncurkan Akun TikTok di Tengah Ketidakpastian Hukum di AS

Ia menegaskan bahwa kekuatan tidak diukur, “Dari berapa banyak orang yang bisa kau ledakkan atau berapa banyak anak yang bisa kau biarkan kelaparan”.  

Dalam wawancara dengan Radio National Breakfast ABC itu, Burke menyebut Netanyahu sebagai bagian dari sikap Israel yang “melampiaskan kemarahan” pada negara-negara yang mulai mengakui kedaulatan negara Palestina.  

Canberra sebelumnya memilih mendukung pengakuan kedaulatan negara Palestina di tengah perang Israel di Gaza yang menelan setidaknya 62,000 korban jiwa sejak Oktober 2023. 

“Kekuatan jauh lebih baik diukur dari apa yang dilakukan langsung oleh Perdana Menteri Anthony Albanese: ketika ada keputusan yang kita tahu Israel tidak akan suka, beliau langsung berbicara dengan Benjamin Netanyahu,” ujar Burke. 

Baca juga: Israel Kaji Tanggapan Hamas atas Proposal Gencatan Senjata di Gaza

“Ia menyampaikan apa yang kita lakukan, memberi kesempatan Netanyahu menyampaikan keberatan secara langsung, lalu mendengarnya, membuat pengumuman publik dan menjalankan keputusan tersebut,” tambahnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Al Jazeera, The Guardian

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU