Selasa, 08 JULI 2025 • 19:40 WIB

Trump dan Netanyahu Rayakan Kemenangan Bersejarah Melawan Iran!

Author

Sekelompok orang menghadiri aksi unjuk rasa yang menyerukan pembebasan sandera yang ditahan di Jalur Gaza dan mendesak gencatan senjata, di depan kantor cabang Kedutaan Besar AS di Tel Aviv, Israel, pada Senin, 7 Juli 2025, menjelang pertemuan yang direncanakan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Washington Post)

INDOZONE.ID - Berita terbaru konflik Israel-Palestina kembali mencuri perhatian dunia. Pada Senin, 7 Juli 2025, suasana memanas di Tel Aviv, Israel, ketika puluhan warga, termasuk keluarga para sandera, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kedutaan AS. 

Mereka menuntut gencatan senjata di Gaza dan mendesak pembebasan sandera yang masih ditahan di wilayah tersebut.

Aksi ini berlangsung menjelang pertemuan Trump dan Netanyahu terbaru yang dianggap sangat krusial. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk membahas peluang kesepakatan gencatan senjata di Gaza.

Baca juga: Donald Trump Minta Israel Ampuni Benjamin Netanyahu, Sebut AS Pernah Selamatkan Negara Mereka

Buat Apa Trum dan Netanyahu Bertemu?


Pertemuan Trump dan Netanyahu bertemu dorong kesepakatan Gaza yang dinilai sangat penting, terutama jelang pembicaraan tingkat tinggi di Doha, Qatar. 

Utusan khusus Presiden Trump, Steve Witkoff, juga akan bergabung dalam pertemuan tersebut dalam upaya mempercepat tercapainya gencatan senjata, mengingat perang di Gaza telah berlangsung hampir dua tahun.

Netanyahu dijadwalkan bertemu secara terpisah dengan Witkoff dan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, sebelum akhirnya makan malam bersama Trump pada pukul 18.30 waktu setempat di Washington.

Baca juga: Ribuan Pilot Tempur Israel Isi Petisi Tolak Perang di Gaza, Netanyahu Dukung Pemecatan

Netanyahu menyebutkan bahwa pertemuan dengan Trump berpotensi besar untuk mendorong tercapainya kesepakatan dengan Hamas.

Pernyataan Trump

Sementara itu, Trump menyatakan keyakinannya bahwa ada peluang besar kesepakatan akan tercapai pekan ini.

Ada kemungkinan besar kita bisa mencapai kesepakatan dengan Hamas dalam waktu dekat,” ujarnya optimistis.

Meskipun Israel masih menganggap tuntutan Hamas “tidak bisa diterima”, mereka tetap mengirimkan delegasi ke Qatar untuk melanjutkan perundingan. 

Kesepakatan gencatan senjata di Gaza memang telah beberapa kali gagal dicapai sebelumnya, terutama karena Israel menolak tuntutan Hamas untuk gencatan senjata permanen.

Meski begitu, adanya pertemuan Trump dan Netanyahu terbaru ini memunculkan harapan baru bagi proses perdamaian yang selama ini berjalan alot.

Tak hanya di ruang perundingan, tekanan juga datang dari warga Israel sendiri. Di Tel Aviv, beberapa jam sebelum pertemuan antara Trump dan Netanyahu, puluhan orang menggelar demonstrasi di depan kantor Kedutaan AS.

Mereka membawa berbagai poster, salah satunya bertuliskan, “Presiden Trump ukir sejarah. Pulangkan semua sandera. Akhiri perang ini.

Hingga kini, dari total 251 sandera yang ditangkap militan Palestina dalam serangan Hamas, sebanyak 49 orang masih ditahan di Gaza. Tentara Israel menyebutkan, 27 di antaranya telah dinyatakan tewas.

Sementara itu, serangan militer di Gaza belum berhenti. Laporan dari lembaga pertahanan sipil Gaza menyebutkan sedikitnya 12 orang tewas akibat serangan Israel pada Senin, termasuk enam orang yang sedang mengungsi di sebuah klinik.

Pertemuan Trump dan Netanyahu dorong kesepakatan Gaza menjadi titik krusial dalam upaya mengakhiri konflik panjang di kawasan tersebut. Dengan perundingan yang juga berlangsung di Qatar, harapan kembali muncul agar kesepakatan gencatan senjata di Gaza bisa benar-benar terwujud.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Washington Post

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU