INDOZONE.ID - Paus Leo XIV kembali menyerukan kepada Israel agar membuka akses bantuan kemanusiaan ke wilayah Gaza.
Dalam audiensi umum yang berlangsung pada Rabu (21/5/2025) di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, pemimpin tertinggi Gereja Katolik ini menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi warga Palestina yang makin memprihatinkan akibat konflik berkepanjangan.
Paus Leo XIV desak Israel buka akses bantuan Gaza, dengan menyatakan bahwa warga sipil yang tak berdosa, seperti anak-anak, lansia, dan mereka yang sakit menanggung beban paling berat dari kekerasan yang terus terjadi.
Baca Juga: Paus Leo XIV Resmi Dilantik, Serukan Damai untuk Gaza & Ukraina
“Saya kembali menyerukan dengan penuh semangat agar bantuan kemanusiaan yang adil diizinkan masuk dan agar permusuhan segera dihentikan,” ujar Paus dalam pidatonya.
Vatikan minta Israel izinkan bantuan masuk ke Gaza sebagai respons atas laporan-laporan tentang kelangkaan makanan, obat-obatan, dan layanan medis yang sangat dibutuhkan di wilayah tersebut.
Paus Leo prihatin kondisi Gaza kekurangan bantuan, terlebih setelah blokade selama 11 minggu yang membuat distribusi bantuan nyaris tidak berjalan.
Baca Juga: Kenalan dengan Paus Leo XIV, dari Misionaris di Peru hingga Tahta Suci Vatikan
Meski Israel telah mengumumkan akan membuka jalur bantuan, PBB melaporkan belum ada pengiriman yang berhasil dilakukan hingga hari Selasa.
Seruan Paus terbaru soal bantuan kemanusiaan Gaza ini menjadi bagian dari rangkaian pernyataan beliau sejak dilantik sebagai Paus pada 8 Mei lalu, menggantikan mendiang Paus Fransiskus.
Dalam pesan Minggu pertamanya pada 11 Mei, Paus Leo serukan Israel izinkan bantuan kemanusiaan Gaza sekaligus menyerukan gencatan senjata dan pembebasan para sandera yang ditahan oleh Hamas.
Sementara itu, perkembangan politik internasional menunjukkan meningkatnya tekanan terhadap Israel.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer bahkan memutuskan untuk menghentikan sementara perundingan perdagangan bebas dengan Israel dan memanggil Duta Besar Israel di London sebagai bentuk protes atas kondisi kemanusiaan di Gaza.
Israel sendiri berencana memperluas operasi militernya terhadap Hamas dan menguasai penuh wilayah Gaza, yang telah porak-poranda akibat serangan udara dan darat sejak Oktober 2023.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Nypost.com