Ilustrasi AS Vs China. (SHUTTERSTOCK)
INDOZONE.ID - Amerika Serikat (AS) dan China akan menurunkan kembali tarif impor kedua negara, sebagai hasil kesepakatan dalam negosiasi yang dilakukan di Jenewa, Swiss, akhir pekan lalu.
Para pengusaha dan dunia bisnis secara umum, mengapresiasi kesepakatan ini dengan menyebut kondisi saat ini sebagai kembalinya 'kewarasan'.
Berdasarkan hasil perjanjian yang telah disepakati, AS akan menurunkan tarif impor produk China dari 145 persen menjadi 30 persen.
Di sisi lain, China akan mengurangi tarif barang AS dari 125 persen menjadi 10 persen.
Kebijakan yang berarti pengurangan hingga sebesar 115 poin persentase itu rencananya bakal dilakukan selama jangka waktu 90 hari ke depan.
Baca Juga: Strategi di Tengah Perang Tarif Global, China Perkuat Yuan Geser Dominasi Dolar AS
"Saya senang kewarasan telah kembali," kata pemilik bisnis manufaktur peralatan perawatan China, yang mengekspor produknya ke AS.
Kewarasan yang dia maksud adalah kesepakatan AS-China untuk mengurangi tarif dari masing-masing negara tersebut secara signifikan.
"Gencatan senjata" sementara ini menyusul negosiasi tingkat tinggi antara pejabat AS dan China di Jenewa, yang dilakukan setelah perang tarif antara kedua negara adidaya itu telah berakibat kepada gangguan rantai pasokan yang memicu ketidakstabilan ekonomi global.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent dalam pengarahan kepada wartawan yang diulas berbagai media internasional menyatakan, konsensus dari delegasi kedua negara adalah tidak ada pihak yang menginginkan decoupling atau pemisahan aktivitas perdagangan ekonomi antara AS-China.
Bessent mengakui bahwa kebijakan tarif yang sangat tinggi adalah setara dengan embargo, serta tidak ada pihak yang menginginkannya.
Baca Juga: China Bantah Klaim Trump soal Negosiasi Tarif Dagang: Itu Seperti Menangkap Angin
Namun, Menkeu AS juga mengingatkan bahwa pihaknya menginginkan perdagangan yang lebih seimbang, yang diyakini akan dicapai melalui komitmen bersama.
Sementara itu, Kementerian Perdagangan China dalam pernyataannya menyatakan bahwa inisiatif pengurangan tarif ini sejalan dengan harapan produsen dan konsumen di kedua negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara