Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 18 OKTOBER 2024 • 14:08 WIB

Kim Jong Un Menyebut Korea Selatan Sebagai Negara Asing yang Tidak Bersahabat

Kim Jong Un Menyebut Korea Selatan Sebagai Negara Asing yang Tidak BersahabatPemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi markas Korps ke-2 Angkatan Darat pada 17 Oktober 2024, seperti dilaporkan oleh Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) melalui REUTERS.

INDOZONE.ID - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, menggambarkan Korea Selatan sebagai negara asing yang bermusuhan, menurut laporan media pemerintah KCNA pada hari Jumat. Laporan tersebut menampilkan foto Kim bersama pejabat militer tinggi di pos komando, sedang mempelajari peta bertuliskan "Seoul."

Pernyataan ini muncul sehari setelah KCNA mengumumkan bahwa Korea Utara telah mengubah konstitusinya untuk mengidentifikasi Korea Selatan sebagai "negara yang bermusuhan" dan menghapus penyatuan kedua negara sebagai tujuan bersama.

Tahun ini, Kim semakin intensif dalam menyerang Korea Selatan, menuduh Seoul bekerja sama dengan Washington untuk meruntuhkan rezimnya. Selain itu, Korea Utara juga mengecam hubungan jalan dan rel kereta dengan Korea Selatan, menekankan bahwa ini menandakan "tidak hanya penutupan fisik tetapi juga akhir dari hubungan buruk dengan Seoul," sebagaimana dinyatakan oleh KCNA.

Baca Juga: Uni Eropa Beri Sanksi Iran Terkait Tuduhan Pengiriman Rudal ke Rusia

Seoul, di sisi lain, mengingatkan bahwa jika Korea Utara membahayakan keselamatan warganya, "hari itu akan menjadi akhir rezim Korea Utara."

Pernyataan Kim disampaikan saat ia meninjau markas Korps ke-2 Angkatan Darat Korea Utara pada hari Kamis. Selama kunjungan tersebut, ia juga menyoroti perubahan dalam aliansi Korea Selatan-AS dan manuver militer yang semakin maju, yang menunjukkan pentingnya penguatan sistem pertahanan nuklir Korea Utara.

Menurut Yang Moo-jin, presiden Universitas Studi Korea Utara di Seoul, "Kim berusaha memperkuat mental prajurit garis depan dengan komentarnya." Ia menambahkan bahwa retorika mengenai "dua negara yang bermusuhan" merupakan strategi bertahan hidup bagi Kim Jong Un, mendorong pemisahan dan menolak campur tangan.

Pada hari Minggu, Korea Selatan akan memulai latihan militer tahunan berskala besar bernama Hoguk, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan operasional, sebagaimana diungkapkan oleh Kepala Staf Gabungan negara tersebut pada hari Jumat.

Baca Juga: Korea Selatan Pamerkan Rudal Terkuatnya, yang Mampu Menghantam Bunker Bawah Tanah Korea Utara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kim Jong Un Menyebut Korea Selatan Sebagai Negara Asing yang Tidak Bersahabat

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!