INDOZONE.ID - Rania Abu Anza hanya bisa menangis histeris usai mengetahui dua bayi kembarnya tewas dalam serangan tentara Israel di Rafah, Gaza Selatan pada Sabtu (2/3/2024), malam waktu setempat.
Padahal, bayi berjenis kelamin laki-laki dan perempuan yang masih berusia lima bulan itu ia nanti-nantikan selama 10 tahun lamanya.
Selain bayi kembarnya, serangan Israel yang menghantam rumah keluarga besarnya tersebut juga menewaskan suaminya dan 11 kerabat lainnya. Sementara menurut korban selamat dan pejabat kesehatan setempat, sembilan lainnya dinyatakan hilang di bawah reruntuhan.
Baca Juga: Mahasiswa Muslim di India Diserang Saat Salat Tarawih Oleh Kelompok Ekstrimis Hindu
Rania mengatakan, dia sempat bangun sekitar pukul 10 malam untuk menyusui Naeim, bayi kembar laki-lakinya, sebelum peristiwa tragis itu terjadi.
Dia kemudian kembali tidur dengan memangku Naeim di satu tangan dan Wissam, bayi perempuan di tangan lainnya. Sementara suaminya yang juga bernama Wissam sedang tidur di samping mereka.
"Ledakan terjadi satu setengah jam kemudian. Rumah itu runtuh. Saya berteriak memanggil anak-anak dan suami saya. Mereka semua tewas. Ayahnya mengambil mereka dan meninggalkan saya," kata Rania kepada Associated Press (AP) seperti dikutip, Sabtu (19/3/2024).
Baca Juga: Polisi Bongkar Prostitusi Anak di Bawah Umur via Online di Tangerang, Beroperasi saat Ramadan
Direktur Rumah Sakit tempat jenazah itu diambil, Dr Marwan al-Hams menyebut dari total 14 orang yang terbunuh di rumah Abu Anza, enam diantaranya anak-anak dan empat lainnya berjenis kelamin perempuan.
Selain suami dan anak kembarnya, Rania juga kehilangan saudara perempuan, keponakan, dan sepupunya yang sedang hamil serta kerabat lainnya.
Salah seorang kerabat Rania, Farouq Abu Anza mengatakan, sekitar 35 orang tinggal di rumah tersebut. Kata dia, beberapa diantaranya telah mengungsi ke daerah lain.
Dia juga mengatakan, mereka semua merupakan warga sipil. Mayoritas anak-anak menjadi korban dan tidak ada militan Hamas di antara mereka.
Diketahui, serangan udara Israel menghantam rumah-rumah warga sejak dimulainya perang di Gaza. Bahkan di Rafah, yang Israel nyatakan sebagai zona aman pada Oktober 2023 lalu, kini menjadi target serangan darat berikutnya. Serangan sering terjadi tanpa peringatan, biasanya pada tengah malam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: AP