INDOZONE.ID - Korea Selatan tengah dihadapi krisis populasi terburuk akibat angka kelahiran bayi yang terus menurun. Bahkan kondisi ini menjadikan negara tersebut didapuk sebagai negara dengan tingkat kelahiran terendah di dunia.
Pasalnya, dalam laporan tahun 2023 jumlah rata-rata wanita Korsel yang memiliki anak menurun dibandingkan tahun lalu yakni dari 0,78 jadi 0,72.
"Jumlah bayi lahir di tahun 2023 hanya 230.000, lebih sedikit dari tahun lalu yakni 249.200, menurun 7,7 persen," kata Kepala Sensus Penduduk Korea Selatan, Lim Young Il, dikutip dari The Guardian.
Laporan tersebut juga mengungkap angka kelahiran di Korsel terus menurun dalam empat tahun terakhir.
Baca Juga: Angka Kelahiran Terus Merosot, Jepang Alami Krisis Populasi Terparah Dalam 90 Tahun Terakhir
Padahal sejak 2006, pemerintah Korsel telah mengalokasikan dana jor joran untuk mengatasi krisis populasi.
Lebih dari 4.245 triliun Rupiah telah digelontorkan untuk mendukung warganya agar mempunyai banyak anak. Namun usaha tersebut dinilai gagal karena penurunan jumlah kelahiran terus terjadi.
Menurut para ahli, faktor utama krisis ini disebabkan karena kondisi budaya masyarakat yang membuat para wanita Korea Selatan kesulitan menjalankan dua peran sebagai ibu dan pekerja.
Baca Juga: Populasi Rendah, Posisi Jepang di Peta Ekonomi Dunia Turun hingga Hadapi Masa Depan Suram
Selain itu, biaya hidup di Korea Selatan juga terus melambung tinggi. Hal ini membuat anak muda enggan untuk menikah karena tekanan ekonomi.
Penulis: Gina Nurulfadilah
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Guardian