INDOZONE.ID - Kedutaan Besar Israel di Korea Selatan pada hari Rabu (27/12/2023) menghapus video kontroversial yang diproduksi sendiri yang menampilkan kasus khayalan Seoul diserang oleh kelompok Hamas, setelah pemerintah Korea Selatan menyatakan keprihatinan atas masalah tersebut.
Di saluran media sosialnya, kedutaan pada hari Selasa (26/12/2023) mengunggah video yang menampilkan potensi serangan teror di Seoul pada hari Natal.
Dalam rekaman tersebut, seorang ibu muda melihat ponselnya yang tiba-tiba mengeluarkan peringatan serangan udara saat sedang menonton putrinya menyanyikan lagu-lagu Natal di pertunjukan bakat sekolah. Segera suara tembakan dan ledakan terdengar di seluruh kota.
Baca Juga: Mahasiswa Aceh Serbu Tempat Penampungan, Desak Pengungsi Rohingya Dideportasi
Sang ibu, berlumuran darah, diculik oleh orang-orang bersenjata, dan meskipun dia berusaha mencari putrinya, dia hanya melihat sarung tangan merah yang diberikan kepadanya sebagai hadiah tertinggal di tanah.
Rekaman tersebut kemudian menampilkan terjemahan yang berbunyi, "Bayangkan jika itu terjadi pada Anda. Apa yang akan Anda lakukan?" dan mencantumkan korban jiwa dan fakta lain tentang serangan Hamas terhadap Israel.
Kedutaan Besar Israel mengatakan rekaman itu dibuat untuk membantu warga Korea Selatan lebih memahami perasaan rakyatnya sendiri. Namun mereka menghapus postingan tersebut dari akun media sosialnya pada hari Rabu (27/12/2023) ketika kritik publik meningkat.
Baca Juga: Prosesi Pengantaran Jenazah Lukas Enembe Ricuh, Pj Gubernur Papua Terluka!
“Pembunuhan dan penculikan warga sipil Israel oleh Hamas tidak dapat dibenarkan, namun Kedutaan Besar Israel di Korea dianggap tidak pantas untuk memproduksi dan mendistribusikan video yang membandingkan situasi keamanan di negara lain,” kata Kementerian Luar Negeri Seoul.
Writer: Ananda Fachreza Lubis
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Korean Times