INDOZONE.ID - Korea Selatan (Korsel) bakal mengaktifkan kembali seluruh kekuatan militernya, baik yang di darat, laut dan udara. Hal ini sejalan dengan keputusan yang telah dibuat pemerintah dalam rapat kabinet luar biasa, Rabu (22/11/2023), yakni untuk menangguhkan sebagian perjanjian militer antar-Korea.
Dengan keputusan ini, Korsel akan melakukan peningkatan aktivitas militer dan pengiriman peralatan militer baru di sekitar garis demarkasi militer (MDL) yang terletak di perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara.
“Kami akan meneruskan pengerahan pasukan yang lebih kuat dan peralatan militer baru ke wilayah Garis Demarkasi Militer (MDL),” lapor Kantor Berita Pusat Korea, melansir Yonhap, Kamis (23/11/2023).
Baca Juga: Sejumlah Barang Bukti yang Diamankan Polisi di Kasus Firli Bahuri, Ada Mobil, HP hingga Dompet
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Nasional Korsel menilai, pengagguhan sebagian perjanjian yang telah ditandatangani sejak 2018 ini merupakan hal yang legal.
Penangguhan perjanjian ini terjadi setelah Korea Utara meluncurkan satelit pengintai militer, yang dinilai dapat mengancam kedaulatan militer Korsel, pun dengan keamanan seluruh warga negaranya.
Keputusan ini juga diambil sebagai bentuk pertahanan diri dan kritik Korsel terhadap Pyongyang.
“Karena manuver yang disengaja dan provokatif dari pihak Republik Korea, Perjanjian Militer (Korea) Utara-Selatan tanggal 19 September telah lama menjadi sebuah proyek kosong,” kata Wakil Menteri Pertahanan Nasional Heo Tae-kun.
“Rakyat Republik Korea harus menanggung akibatnya atas provokasi politik dan militer mereka yang tidak bertanggungjawab dan parah yang telah mendorong situasi saat ini ke dalam situasi yang tidak terkendali. Jika terjadi Konflik yang tidak dapat diubah, Republik Korea akan bertanggungjawab,” imbuhnya.
Baca Juga: Soal Isu Reshuffle, KSP: Presiden Jokowi Terus Evaluasi Menteri
Dalam hal ini, para pejabat pemerintah Korsel menyebutkan bahwa perjanjian militer yang ditandatangani oleh pemerintahan sebelumnya ini hanyalah sebatas nama saja.
Sebab, Korea Utara telah berulang kali melanggar perjanjian tersebut melalui tindakan seperti menembakkan peluru ke arah laut dan menerbangkan drone ke wilayah udara Korsel.
Sebelumnya, tepatnya pada Selasa (21/11/2023) malam, Korea Utara meluncurkan satelit pengintaian militer pertamanya, ‘Manrikyeong – 1’.
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Z Creators