Ilustrasi kapal tanker minyak . (Reuters/Hamad I Mohammed)
INDOZONE.ID - Tanker-tanker minyak yang empat bulan belakangan terjebak di Teluk Persia akibat perang Iran-AS kini menghadapi masalah baru.
Meski Selat Hormuz kabarnya segera dibuka dan arus kapal akan berangsur normal, kapal-kapal yang sudah lama bersandar di sekitar Teluk Persia tak lantas bisa langsung beroperasi.
"Itu waktu yang sangat cukup bagi banyak kotoran menjijikkan untuk menumpuk," kata Derek Hamm, seorang pembersih bagian bawah kapal profesional.
Ia merujuk pada organisme laut yang kini sudah menempel di area bawah kapal. Industri maritim menyebut kondisi itu sebagai biofouling, di mana satwa liar yang menumpuk di permukaan bawah kapal.
Baca juga: Trump Sesumbar AS Bisa Ambil Alih Selat Hormuz di Tengah Perundingan dengan Iran
Selama berbulan-bulan, organisme seperti teritip, remis, kerang, ganggang, dan fauna serta flora laut hangat lainnya telah melapisi permukaan bawah ratusan kapal tanker minyak raksasa.
Bagi tanker-tanker itu, kebersihan bagian permukaan bawah menjadi keharusan. Kapal dirancang dengan mempertimbangkan dinamika fluida.
Kehadiran biofoul justru merusak hal tersebut. Kehadirannya bisa menghambat laju kapal.
Hal itu menyebabkan penggunaan bahan bakar menjadi tidak efisien saat membelah lautan. Apalagi kapal tanker kerap menempuh jarak ribuan kilometer untuk mencapai tujuan.
Baca juga: Viral Bocah Masuk Kandang Buaya di Inggris, Begini Fakta Lengkapnya
Menurut Neil Roberts, Kepala Bagian Maritim dan Penerbangan Lloyd’s Market Association, 50 persen biaya operasional kapal tersedot di bahan bakar.
Kapal-kapal itu harus dibersihkan oleh tim penyelam skuba sebelum siap angkat sauh.
Kapal supertanker minyak umumnya memiliki panjang lebih dari 1.000 kaki (300 meter) dengan tinggi 150 kaki (45 meter).
Itu berarti ada sekitar 150.000 kaki persegi area bawah kapal yang harus dibersihkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: CNN