INDOZONE.ID - Sebuah kapal kargo yang dioperasikan perusahaan pelayaran Korea Selatan mengalami insiden misterius di Selat Hormuz. Bagian buritan kapal dilaporkan terkena benda tak dikenal saat berada di kawasan perairan strategis tersebut.
Pemerintah Korea Selatan kini masih menyelidiki penyebab kejadian yang sebelumnya juga memicu ledakan dan kebakaran di atas kapal.
Pemerintah Korea Selatan pada Minggu (10/5/2026) mengungkapkan bahwa bagian belakang kapal kargo curah bernama HMM Namu terkena benda yang belum diketahui identitasnya pada 4 Mei lalu.
Informasi itu disampaikan Kementerian Luar Negeri Korea Selatan setelah melakukan inspeksi langsung terhadap kapal pada Jumat sebelumnya.
Kapal berbendera Panama tersebut diketahui berada di Selat Hormuz, dekat wilayah Uni Emirat Arab, ketika insiden terjadi. Sebelumnya, Seoul juga melaporkan adanya ledakan dan kebakaran di kapal yang sama saat sedang berlabuh di kawasan tersebut.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun awak kapal yang mengalami luka akibat kejadian tersebut.
Baca juga: IRGC Ancam Serang Kapal AS dan Sekutunya jika Ganggu Tanker Iran di Selat Hormuz
Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, mengatakan bahwa insiden tersebut disebabkan oleh serangan dari Iran. Namun hingga kini, penyebab pasti kejadian masih dalam proses penyelidikan oleh otoritas Korea Selatan.
Setelah kebakaran berhasil dipadamkan, kapal HMM Namu kemudian ditarik menuju pelabuhan di Dubai untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Baca juga: Prancis Tolak Ikut Operasi Militer AS di Selat Hormuz, Ini Kata Macron
Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menyatakan bahwa pihaknya belum dapat memastikan benda apa yang menghantam kapal tersebut. Otoritas terkait disebut akan mengumpulkan puing-puing di lokasi kejadian guna dianalisis lebih lanjut.
Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui apakah insiden itu disebabkan oleh serangan, kecelakaan teknis, atau faktor lain yang belum teridentifikasi.
Pasca insiden tersebut, Donald Trump juga meminta Korea Selatan bergabung dalam upaya pengamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz yang dipimpin Amerika Serikat dan dikenal dengan nama “Project Freedom”. Program itu sebelumnya sempat dihentikan sementara.
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur perdagangan minyak paling penting di dunia sehingga keamanan kawasan itu menjadi perhatian internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters