Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 12 APRIL 2026 • 13:44 WIB

AS-Iran Gagal Capai Kesepakatan Damai, Perang Bakal Berlanjut?

AS-Iran Gagal Capai Kesepakatan Damai, Perang Bakal Berlanjut?Wakil Presiden AS, JD Vance berbicara di forum kesepakatan damai AS-Iran di Islamabad, Pakistan. (Jacquelyn Martin/Pool via REUTERS)

INDOZONE.ID - Amerika Serikat (AS) dan Iran gagal mencapai kesepakatan damai setelah perundingan intensif yang berlangsung di ibu kota Pakistan, Islamabad, Minggu (12/4/2026). Wakil Presiden AS, JD Vance yang menjadi perwakilan menyatakan bahwa Teheran menolak menerima syarat yang diajukan Washington, meski kedua pihak telah berunding selama 21 jam.

“Kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan, dan menurut saya ini lebih menjadi kabar buruk bagi Iran dibandingkan bagi Amerika Serikat,” ujar Vance kepada wartawan sesaat sebelum meninggalkan Islamabad. Pertemuan tersebut menjadi kontak tingkat tertinggi antara Washington dan Teheran sejak Revolusi Islam Iran 1979.

Vance mengungkapkan, Iran menolak untuk menyetujui persyaratan yang diajukan AS, salah satunya komitmen Iran agar tidak mengembangkan senjata nuklir.

Baca juga: Di Tengah Gencatan Senjata, Iran Khawatir AS Justru Perkuat Persenjataan

“Kami perlu melihat komitmen yang jelas bahwa mereka tidak akan mengejar senjata nuklir, dan tidak akan mencari sarana yang memungkinkan mereka dengan cepat memilikinya,” kata Vance.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan, sejak awal tidak ada pihak yang berharap perundingan dengan Amerika Serikat akan langsung menghasilkan kesepakatan dalam satu pertemuan.

“Sejak awal, secara alami kita tidak seharusnya berharap mencapai kesepakatan dalam satu sesi. Tidak ada yang memiliki ekspektasi seperti itu,” ujar juru bicara kementerian, Esmaeil Baghaei, seperti dikutip media pemerintah IRIB.

Baghaei menambahkan, Iran tetap optimistis bahwa komunikasi dengan Pakistan serta negara-negara sahabat di kawasan akan terus berlanjut.

Di sisi lain, Pakistan mendesak Amerika Serikat dan Iran untuk tetap berkomitmen pada gencatan senjata serta melanjutkan upaya menuju perdamaian yang berkelanjutan.

“Atas nama Pakistan, saya ingin menyampaikan terima kasih kepada kedua pihak yang telah menghargai upaya Pakistan dalam mewujudkan gencatan senjata serta perannya sebagai mediator. Kami berharap kedua pihak dapat terus melanjutkan proses ini dengan semangat positif demi tercapainya perdamaian dan kemakmuran yang berkelanjutan di kawasan dan sekitarnya,” ujar Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar.

Sebelumnya, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari yang kemudian meluas ke kawasan Timur Tengah. Teheran merespons dengan melancarkan serangan balasan ke Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS. Lebih dari 2.000 orang dilaporkan tewas, sementara sejumlah fasilitas militer dan sipil mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.

Konflik ini juga memicu krisis energi global setelah Iran memperketat kendali atas Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen ekspor minyak dan gas dunia.

Dalam perundingan tersebut, delegasi AS yang dipimpin Vance dan delegasi Iran yang dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf turut membahas langkah-langkah untuk memperkuat gencatan senjata.

Baca juga: Mantan Jaksa Agung AS Dikecam Usai Tolak Hadiri Hearing Kasus Epstein

Namun, sepertinya gencatan senjata tidak akan berlangsung lama karea ada perbedaan pendapat antara AS-Iran. Alasan lainnya karena  berlanjutnya serangan Israel terhadap kelompok Hezbollah di Lebanon.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Al Jazeera

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

AS-Iran Gagal Capai Kesepakatan Damai, Perang Bakal Berlanjut?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!