Ilustrasi kerusakan akibat serangan Israel ke Lebanon (REUTERS/Aziz Taher)
INDOZONE.ID - Israel melancarkan gelombang besar serangan udara ke seluruh wilayah Lebanon pada Selasa (7/4/2026). Serangan ini menewaskan dan melukai ratusan orang, menurut otoritas setempat.
Israel menggambarkannya sebagai gelombang serangan udara terbesar dalam konflik ini. Lebih dari 100 pusat komando Hizbullah dan lokasi militer dihantam hanya dalam 10 menit.
Pinggiran selatan Beirut, Lebanon selatan, dan Lembah Bekaa timur menjadi sasaran. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan sedikitnya 182 orang tewas dan 890 luka-luka, angka yang kemungkinan masih akan bertambah.
Baca juga: Jika AS Langgar Gencatan Senjata, IRGC Bersumpah Akan Balas Serangan!
Berjam-jam setelah serangan terbesar di Beirut, tim penyelamat masih mencari di antara bangunan rusak.
Di balik reruntuhan, tampak kilasan kehidupan yang terputus: foto keluarga tersenyum, potongan pakaian, dan pekerjaan sekolah yang tak selesai.
Abdelkader Mahfouz sedang mengunjungi saudaranya yang terluka. "Ada banyak bagian tubuh di sini. Hanya orang-orang yang terluka. Apa yang harus dilakukan orang? Kami tidak bisa berbuat apa-apa," katanya kepada BBC.
Serangan terjadi setelah kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membantah klaim Pakistan.
Baca juga: Daftar Negara yang Diizinkan Iran untuk Melintasi Selat Hormuz
Pakistan yang menjadi mediator AS-Iran sebelumnya mengatakan gencatan senjata mencakup konflik di Lebanon.
Di Washington, juru bicara pers Presiden Trump juga mengatakan Lebanon bukan bagian dari kesepakatan. Hizbullah sendiri belum mengklaim serangan apa pun sejak kesepakatan gencatan senjata diumumkan.
Hizbullah mengatakan kelompok itu punya hak untuk merespons. Mereka memperingatkan keluarga yang mengungsi untuk menunggu pengumuman gencatan senjata formal sebelum mencoba pulang.
Baca juga: Efek Damai Sementara: Minyak Turun, Bursa Dunia Menghijau
Presiden Lebanon mengatakan akan melanjutkan "upaya untuk memasukkan Lebanon dalam perdamaian regional". Eskalasi terbaru ini terjadi saat Hizbullah meluncurkan roket ke Israel sebagai balasan atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BBC