Serangan Israel ke Lebanon (Aljazeera/AFP)
INDOZONE.ID - Israel melancarkan serangan baru ke wilayah selatan Lebanon di tengah upaya memperluas invasi darat. Serangan juga menyasar Beirut, tak lama setelah wilayah di sekitar ibu kota yang sebelumnya relatif aman ikut terdampak konflik.
Sedikitnya empat orang tewas akibat serangan yang menghantam sebuah mobil di kota Kfar Rumman, wilayah selatan Lebanon. Sementara itu, satu orang tewas dan satu lainnya terluka setelah drone Israel menyerang area dekat Rumah Sakit Ghandour di Nabatieh al-Fawqa.
Militer Israel dilaporkan menargetkan sejumlah jembatan di Lebanon selatan dalam upaya memutus akses wilayah tersebut dari daerah lain.
Elie Yaacoub, Kepala Tim Analisis Krisis Lebanon dari Mercy Corps, menyebut wilayah selatan Sungai Litani tidak hanya mengalami eskalasi militer, tetapi juga “isolasi sistematis terhadap seluruh populasi”.
“Penghancuran jembatan utama dan jalur transportasi secara efektif memutus hingga 150.000 orang dari bantuan kemanusiaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, skala kerusakan infrastruktur diperkirakan berdampak jangka panjang dan berpotensi menghambat pembangunan selama bertahun-tahun, bahkan hingga puluhan tahun.
Baca juga: Kabar Duka Prajurit Kodam IM Gugur Dalam Misi Perdamaian Di Lebanon
Serangan terbaru terjadi beberapa jam setelah serangan semalam menghantam kota Ain Saadeh, wilayah mayoritas Kristen di perbukitan timur Beirut. Insiden tersebut menewaskan tiga orang, termasuk dua perempuan.
Jurnalis Al Jazeera, Zeina Khodr, melaporkan dari Beirut bahwa Ain Saadeh “berada di luar pengaruh Hizbullah, dan para korban tampaknya bukan bagian dari konflik”.
Ia juga menyebut ketegangan meningkat di wilayah tersebut, seiring munculnya tudingan terhadap Hizbullah dan para pendukungnya yang mencari perlindungan di sana.
Sementara itu, jurnalis Al Jazeera lainnya, Heidi Pett, yang melaporkan langsung dari lokasi, mengatakan serangan tersebut diduga merupakan upaya pembunuhan terarah karena menargetkan apartemen tertentu.
“Ini adalah area yang tidak pernah diperingatkan dan belum pernah menjadi target sebelumnya, tempat orang-orang merasa aman,” ujarnya.
Baca juga: Indonesia Dorong PBB Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Usai Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon
Pada Minggu (5/4), serangan udara Israel di kawasan Jnah, Beirut selatan, menewaskan lima orang, termasuk seorang gadis berusia 15 tahun dan tiga warga Sudan. Delapan anak termasuk di antara 52 korban luka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Aljazeera