Kapal tanker minyak melintas di Selat Hormuz pada 21 Desember 2018. (Reuters/Hamad I Mohammed)
INDOZONE.ID - Setelah sempat membatasi lalu lintas kapal di Selat Hormuz, Iran kini mulai memberikan akses terbatas kepada kapal dari sejumlah negara untuk melintasi jalur strategis tersebut.
Perkembangan ini menjadi sorotan karena selat yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab itu dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia.
Meski tidak menutup jalur tersebut sepenuhnya, Iran menerapkan sistem verifikasi ketat terhadap kapal yang ingin melintas.
Kapal diwajibkan berkoordinasi dengan otoritas Iran serta mendapatkan izin sebelum melewati perairan tersebut.
Baca juga: Efek Damai Sementara: Minyak Turun, Bursa Dunia Menghijau
Kebijakan ini membuat pola pelayaran di kawasan Teluk berubah.
Jalur yang sebelumnya relatif terbuka kini lebih terkendali dan sangat dipengaruhi oleh hubungan diplomatik serta pertimbangan keamanan.
Beberapa laporan pelayaran menunjukkan bahwa kapal dari sejumlah negara masih dapat melewati Selat Hormuz setelah melalui proses koordinasi dengan otoritas Iran.
India menjadi salah satu negara yang kapalnya masih melintasi jalur tersebut.
Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah kapal pengangkut LPG dan minyak mentah dilaporkan berhasil melakukan transit.
Baca juga: AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata Dua Pekan, Selat Hormuz Dibuka
Akses ini penting bagi India yang sangat bergantung pada pasokan energi dari luar negeri.
Selain India, China juga tetap aktif dalam lalu lintas pelayaran di kawasan tersebut.
Kapal yang berafiliasi dengan perusahaan China diperkirakan mencakup sekitar 10 persen dari total pergerakan kapal yang masih berlangsung di jalur tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Al Jazeera, Gulf News