Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 24 MARET 2026 • 15:00 WIB

Krisis Listrik Kuba: Gagal Total Dua Kali dalam Seminggu, Ibu Kota Mulai Terang Kembali

Author

Krisis Listrik Kuba: Gagal Total Dua Kali dalam Seminggu, Ibu Kota Mulai Terang KembaliIlustrasi Krisis Listrik di Kuba (Sumber: REUTERS/Norlys Perez)

INDOZONE.ID - Kuba kembali dilanda kegelapan. Jaringan listrik nasional negara itu ambruk total untuk kedua kalinya dalam sepekan pada Sabtu malam (22/3/2026). Kali ini, sekitar 10 juta penduduk sempat kehilangan akses listrik. Namun, pada Minggu sore, layanan mulai pulih dan kembali menyala di hampir setengah wilayah ibu kota Havana.

Pemadaman total terjadi pada pukul 18.32 waktu setempat setelah pembangkit listrik besar di Nuevitas, Provinsi Camagüey, Kuba timur, mengalami gangguan. Insiden ini memicu efek domino yang melumpuhkan seluruh sistem kelistrikan nasional.

Baca juga: Kuba Pulihkan Listrik Nasional usai Pemadaman Besar Kedua dalam Sepekan

Pemulihan Bertahap, tapi Terkendala BBM

Menjelang Minggu sore, operator jaringan listrik UNE melaporkan hampir 500.000 rumah dan bisnis di Havana, sekitar 55 persen dari total, serta 43 rumah sakit telah kembali mendapatkan aliran listrik. Pihaknya juga bersiap mengoperasikan pembangkit listrik tenaga minyak terbesar di negara itu guna meningkatkan kapasitas produksi.

Namun, proses pemulihan terhambat oleh kelangkaan bahan bakar diesel yang cukup parah. Akibatnya, kapasitas jaringan masih terbatas, sehingga sejumlah wilayah tetap mengalami pemadaman berkepanjangan meski pemulihan terus dilakukan.

Layanan seluler dan internet juga masih terganggu di berbagai wilayah, meskipun di beberapa daerah mulai berangsur normal.

Warga Beradaptasi, tapi Frustrasi

Pemadaman listrik sebenarnya sudah menjadi hal yang umum di Kuba, bahkan saat jaringan nasional beroperasi. Namun, dua kali pemadaman total dalam sepekan menjadi kejadian luar biasa yang menguji kesabaran warga.

"Kami terjebak dalam situasi yang sama," kata Leoni Alberto, warga Havana yang terpaksa memasak menggunakan kayu bakar beberapa kali dalam seminggu akibat pemadaman. "Ini benar-benar gila. Tidak ada pilihan lain."

Bagi warga seperti Yordanis Lopez, pemadaman listrik juga berarti kehilangan akses informasi. "Saat listrik padam, jaringan media sosial juga ikut mati," ujarnya. "Kami tidak tahu apa yang sedang terjadi."

Baca juga: Bangladesh Hadapi Krisis Listrik, Aktivitas dan Ekonomi Terancam Lumpuh?

Dampak Blokade Minyak AS dan Krisis Energi

Pemadaman total pada Maret ini merupakan yang ketiga kalinya, setelah sebelumnya terjadi pada 4 Maret dan pekan lalu. Kuba menyebut blokade minyak Amerika Serikat yang baru diperketat sebagai penyebab utama krisis energi tersebut.

Presiden AS Donald Trump mulai membatasi pasokan minyak ke Kuba setelah Washington menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada 3 Januari. Selama ini, Venezuela menjadi pemasok utama minyak bagi Kuba dengan harga yang lebih terjangkau.

Trump juga mengancam akan menjatuhkan tarif hukuman kepada negara-negara lain yang tetap menjual minyak ke Kuba.

Harapan sempat muncul ketika dua kapal tanker minyak asal Rusia melintas di Samudra Atlantik. Namun, setidaknya satu kapal, Sea Horse berbendera Hong Kong, dilaporkan mengubah arah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Krisis Listrik Kuba: Gagal Total Dua Kali dalam Seminggu, Ibu Kota Mulai Terang Kembali

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!